Solo Siapkan Anggaran Rp20,9 Miliar untuk Pembangunan Kolam Retensi Underpass Joglo Mulai Mei 2025

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berupaya mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Underpass Joglo. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembangunan kolam retensi yang direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2025.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan kabar baik terkait progres proyek ini. Menurutnya, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kolam retensi tersebut merupakan milik Kodam IV/Diponegoro dan telah memperoleh izin pinjam pakai. Hal ini menjadi langkah maju yang signifikan dalam realisasi proyek strategis ini. "Alhamdulillah, progresnya terus berjalan. Saya terus memantau perkembangannya. Surat izin pinjam pakai dari Aslog Kodam IV/Diponegoro sudah keluar dengan cepat. Ini berarti kita sudah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menggunakan lahan tersebut sebagai kolam retensi," ujar Respati di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (21/4/2025).

Respati menegaskan bahwa status lahan tersebut tetap sebagai pinjam pakai, dan Pemkot Solo tidak akan melakukan hibah atas aset tersebut. "Tidak ada pelepasan hibah. Semuanya tetap menjadi aset Pemkot," tegasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Solo mendapatkan tawaran untuk memanfaatkan lahan di sekitar lokasi kolam retensi. Tawaran tersebut masih dalam tahap pertimbangan, dengan prioritas utama penyelesaian masalah banjir di kawasan Joglo.

Kolam retensi ini dirancang untuk menampung air sementara saat terjadi curah hujan tinggi, sehingga dapat mengurangi risiko banjir di Underpass Joglo. Sistem drainase akan dilengkapi dengan pompa berkapasitas 500 liter per detik untuk mengalirkan air dari kolam retensi ke saluran pembuangan. Proyek pembangunan kolam retensi ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran sebesar Rp 20,9 miliar.

Berikut rincian penting terkait proyek kolam retensi Underpass Joglo:

  • Lokasi: Underpass Joglo, Solo
  • Fungsi: Penampungan air sementara untuk mencegah banjir
  • Kapasitas Pompa: 500 liter per detik
  • Anggaran: Rp 20,9 miliar (APBN Kementerian PUPR)
  • Target Mulai Pembangunan: Mei 2025
  • Status Lahan: Pinjam pakai dari Kodam IV/Diponegoro