Kebaya di Ketinggian: Perempuan Rayakan Kartini dengan Aksi Pelestarian Lingkungan di Gunung Halimun Salak
Momen peringatan Hari Kartini umumnya diwarnai dengan kegiatan formal di lingkungan pendidikan maupun perkantoran. Namun, terdapat pemandangan berbeda di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, di mana belasan perempuan memilih merayakannya dengan cara yang unik dan bermakna.
Berbalut kebaya, simbol emansipasi wanita yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini, mereka menggelar aksi pelestarian lingkungan di Area Camp Pasir Reungit. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah kampanye yang mengedepankan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, menjadi wadah semangat petualangan dan solidaritas. Para peserta terlibat dalam serangkaian aktivitas yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Penekanan pada praktik minim sampah (Less Waste) menjadi poin penting, disertai dengan edukasi mengenai pentingnya merawat bumi.
Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan:
- Trekking dan Camping: Menjelajahi keindahan alam Gunung Halimun Salak sambil menikmati suasana perkemahan yang menyegarkan.
- Pemasangan Plang Petunjuk dan Himbauan: Upaya memberikan informasi dan kesadaran kepada pengunjung kawasan Kawah Ratu tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
- Gerakan Bawa Perlengkapan Makan Sendiri (Reuse Movement): Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa wadah dan peralatan makan sendiri.
- Diskusi Inspiratif: Berbagi pengalaman dan motivasi dengan Abex, seorang petualang perempuan yang menginspirasi.
Menurut Ferri Pratama Septian, penanggung jawab kegiatan, semangat Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan hak-hak perempuan diinterpretasikan sebagai panggilan untuk perempuan masa kini agar turut serta dalam menjaga bumi. "Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil," ujarnya.
Faiz Daffa Fathullah, CEO Antarestar Outdoor, menambahkan bahwa kegiatan outdoor dapat dilakukan secara bertanggung jawab tanpa merusak alam. Ia menekankan pentingnya menjaga setiap jejak yang ditinggalkan dan mengajak peserta untuk membawa perlengkapan pribadi yang ramah lingkungan.
Kampanye ini juga merambah dunia maya melalui media sosial dengan tagar #LangkahPerempuan #LangkahPerubahan #MerawatBumi. Tujuannya adalah untuk menyebarkan semangat cinta lingkungan kepada khalayak luas dan memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian alam Indonesia.