Lumpur Kali Cideng Hasil Pengerukan Dialihkan ke Ancol: Upaya Pemkot Jakarta Selatan Atasi Banjir
Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengambil langkah strategis dalam penanganan sedimen lumpur hasil pengerukan Kali Cideng, Tebet. Lumpur tersebut rencananya akan dipindahkan ke wilayah Ancol, Jakarta Utara, menggunakan armada tronton yang telah disiapkan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pemindahan lumpur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas tampung Kali Cideng dan mengurangi risiko banjir di wilayah Jakarta Selatan. Sebelum dipindahkan ke Ancol, lumpur hasil pengerukan akan ditampung sementara di Rawa Minyak, Pasar Minggu. Pengangkutan dari lokasi pengerukan ke Rawa Minyak dilakukan menggunakan 10 unit truk dump yang beroperasi secara bergantian.
Operasi pengerukan Kali Cideng dibagi menjadi tiga segmen, membentang dari Jalan Patra Kuningan hingga Jalan Kasablanka. Segmen pertama, yang dimulai dari Jalan Patra Kuningan VII hingga Jalan Patra Kuningan XI sepanjang 325 meter, memiliki kedalaman pengerukan antara 1,5 hingga 2 meter. Pengerukan segmen ini telah berlangsung sejak 14 April 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir Juni.
Santo menambahkan bahwa Pemkot Jakarta Selatan berupaya mempercepat proses pengerukan selama musim kemarau untuk meminimalkan gangguan terhadap masyarakat sekitar Kali Cideng. Pengerukan sungai ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, dalam mengatasi permasalahan banjir di ibu kota.
Diharapkan, pengerukan Kali Cideng dapat menurunkan potensi banjir di wilayah tersebut hingga 25%. Selain Kali Cideng, Pemkot Jakarta Selatan juga melakukan pengerukan di tiga sungai lainnya, yaitu Kali Krukut, Kali Grogol, dan Kali Ciliwung. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai tersebut, terutama dalam menghadapi musim hujan dan ancaman banjir.