Lelang Mobil Listrik Bekas: Daya Tarik Konsumen Belum Optimal
Balai lelang kini menawarkan opsi menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik bekas dengan harga yang lebih terjangkau. Beberapa balai lelang, termasuk JBA Indonesia, telah menyediakan berbagai unit mobil listrik dalam inventaris mereka. Unit-unit ini umumnya berasal dari kendaraan operasional perusahaan, sehingga riwayat perawatan dan servisnya cenderung lebih terdokumentasi dengan baik.
Namun, daya tarik mobil listrik di kalangan peserta lelang masih belum setinggi mobil konvensional. Deny Gunawan, Chief Operating Officer PT JBA Indonesia, mengungkapkan bahwa penjualan mobil listrik bekas masih relatif kecil dibandingkan dengan total penjualan mobil bekas secara keseluruhan. Pada tahun 2024, JBA Indonesia hanya berhasil melelang sekitar 40 unit mobil listrik, sementara total penjualan mobil bekas mencapai 50.000 unit. Meskipun demikian, JBA Indonesia menargetkan peningkatan penjualan hingga 55.000 unit pada tahun 2025.
Menurut Deny, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya minat terhadap mobil listrik bekas di lelang adalah karena mobil listrik sering kali menjadi kendaraan kedua atau ketiga bagi pemiliknya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan finansial pemilik mobil listrik relatif stabil, sehingga risiko gagal bayar cicilan dan penarikan kendaraan lebih kecil. Selain itu, populasi mobil listrik secara umum masih lebih sedikit dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).
Faktor lain yang turut berpengaruh adalah preferensi pembelian mobil listrik secara tunai. Sebagian besar konsumen mobil listrik cenderung membeli kendaraan mereka dengan pembayaran penuh, tanpa melalui skema kredit. Dari sisi geografis, Jakarta masih menjadi wilayah dengan kontribusi penjualan tertinggi, diikuti oleh kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Pekanbaru, Makassar, dan Palembang.
Berikut Rincian Wilayah Penjualan:
- Jakarta: 36% (mobil), 46% (sepeda motor)
- Surabaya
- Semarang
- Bandung
- Medan
- Pekanbaru
- Makassar
- Palembang