Antisipasi Data Neraca Dagang, IHSG Diprediksi Bergerak Moderat

Pasar Saham Indonesia Bersiap Menanti Rilis Data Neraca Dagang

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami pergerakan moderat pada perdagangan hari ini, seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia. Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG menunjukkan penguatan dengan berakhir di level 6.438, naik sebesar 0,60 persen.

Analis pasar mencermati bahwa sentimen global, terutama perkembangan perang tarif antara Amerika Serikat dan China, masih akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ketegangan dagang ini mendorong berbagai negara untuk mengambil langkah-langkah stimulus guna meningkatkan konsumsi dan daya beli domestik, yang berpotensi berdampak positif pada permintaan barang-barang dalam negeri.

Selain itu, investor juga akan memperhatikan data-data ekonomi penting lainnya, seperti data ketenagakerjaan, inflasi, dan proyeksi ekonomi Amerika Serikat. Data PMI dari Jepang serta inflasi Tokyo juga menjadi fokus perhatian pasar. Meski demikian, secara umum kondisi data ekonomi global dinilai masih cukup baik, namun volatilitas akibat perang tarif tetap menjadi perhatian utama.

Dari dalam negeri, pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), meskipun suku bunga acuan diperkirakan akan tetap stabil. Data neraca perdagangan menjadi fokus utama, dengan ekspektasi surplus neraca dagang akan terus berlanjut. Analis teknikal memperkirakan IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas dengan level support di 6.400 dan resistance di 6.510.

Sementara itu, analis lain berpendapat bahwa investor akan mencermati realisasi neraca dagang Indonesia, yang diperkirakan masih akan mencatatkan surplus meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh potensi pelemahan ekspor akibat penetapan tarif. Sentimen lainnya adalah pengumuman suku bunga acuan BI yang diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 5,75 persen.

Dengan adanya sentimen-sentimen tersebut, pasar saham Indonesia diperkirakan akan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah. Hal ini disebabkan oleh potensi pelaku pasar untuk melakukan transaksi jangka pendek atau scalping, serta kecenderungan untuk keluar dari pasar saham terlebih dahulu. Proyeksi pergerakan IHSG menunjukkan rentang support di 6.150 dan resistance di 6.700.

Rekomendasi Saham dari Beberapa Sekuritas:

Berikut adalah beberapa rekomendasi teknikal saham dari sejumlah perusahaan sekuritas:

  • Pilarmas Investindo:
    • BUKA: Last price 135, support 128, resistance 140, target 139.
    • MDKA: Last price 1.645, support 1.510, resistance 1.825, target 1.810.
    • CBDK: Last price 6.300, support 5.700, resistance 6.900, target 6.825.
  • Binaartha Sekuritas:
    • ARTO: Trading buy, support 1.525, resistance 1.655-1.825, target 1.655.
    • ASII: Trading buy, support 4.520, resistance 4.970-5.250, target 4.970.
    • BBCA: Buy on weakness, support 7.800, resistance 8.750-9.575, target 8.750.
    • BBNI: Buy on weakness, support 3.750, resistance 4.600-5.050, target 4.600.
  • MNC Sekuritas:
    • DOID: Buy on weakness 364-400, stoploss below 344, target 442-474.
    • ISAT: Buy on weakness 1.550-1.690, stoploss below 1.410, target 1.940-2.110.
    • MLPT: Buy on weakness 34.300-35.750, stoploss below 33.500, target 38.125-41.900.
    • RGAS: Speculative buy 109-112, stoploss below 105, target 127-133.