Songkran 2025: Dongkrak Ekonomi Thailand Hingga Ratusan Miliar Rupiah

Festival Songkran, perayaan tahun baru tradisional Thailand, kembali membuktikan diri sebagai mesin penggerak ekonomi yang signifikan. Perhelatan akbar selama lima hari, dari 11 hingga 15 April 2025, berhasil menyuntikkan dana segar senilai 1,58 miliar baht atau setara dengan Rp 771 miliar ke sektor pariwisata Thailand. Angka ini menunjukkan betapa besar daya tarik Songkran dalam menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Anukul Phruksanusak, Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand, mengungkapkan bahwa festival ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1,1 juta orang. Dari jumlah tersebut, 999 ribu merupakan wisatawan lokal yang antusias merayakan tradisi tahunan ini, sementara sisanya, sekitar 107 ribu orang, adalah wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk merasakan kemeriahan Songkran.

"Songkran tahun ini bukan hanya sekadar pesta air, tetapi juga bukti nyata kemampuan Thailand dalam menyelenggarakan acara bertaraf internasional yang mampu memadukan kekayaan budaya lokal dengan hiburan modern," ujar Anukul. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kesuksesan Songkran 2025 merupakan bagian dari kampanye besar pemerintah Thailand, yaitu 'Amazing Thailand Grand Tourism & Sports Year 2025', yang bertujuan untuk mempromosikan Thailand sebagai destinasi wisata unggulan di mata dunia.

Festival Songkran 2025 dirancang dengan konsep kreatif dan megah, mengubah Bangkok menjadi sebuah taman hiburan budaya yang memukau. Berbagai atraksi menarik disuguhkan, mulai dari pertunjukan cahaya drone 3D yang spektakuler, pesta musik EDM yang berpadu dengan elemen tradisional Thailand, hingga parade budaya yang megah dan mempesona. Semua ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Dampak ekonomi dari Festival Songkran 2025 tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata. Pemerintah Thailand memperkirakan bahwa potensi penerimaan pajak dari festival ini mencapai 678 juta baht, atau sekitar Rp 325 miliar. Angka ini tentu saja menjadi kontribusi yang signifikan bagi pendapatan negara.

Selama periode libur Songkran, yaitu dari tanggal 12 hingga 16 April, tercatat lebih dari 5,27 juta orang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Thailand. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total perputaran uang selama periode tersebut mencapai angka yang fantastis, yaitu 22,27 miliar baht atau setara dengan Rp 10,24 triliun.

Respon dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Festival Songkran 2025 sangat positif. Sebanyak 97,5% peserta mengaku puas dengan acara tersebut. Menariknya, sebagian besar dari mereka, yaitu 84,91%, mengetahui informasi mengenai Songkran melalui platform digital, yang menunjukkan betapa pentingnya peran media sosial dan platform online lainnya dalam mempromosikan acara-acara besar seperti ini.

Yang menggembirakan, 97,37% pengunjung menyatakan minat mereka untuk menjelajahi tempat-tempat lain di Thailand dalam waktu dekat. Ini tentu saja menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata Thailand. Kawasan timur laut Thailand menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik, dengan jumlah mencapai 1,17 juta orang. Disusul oleh kawasan tengah, yang juga menunjukkan antusiasme yang besar dari masyarakat.

Namun, di balik kesuksesan ekonomi dan meriahnya perayaan, Festival Songkran juga diwarnai dengan beberapa kejadian negatif yang memakan korban jiwa. Hal ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para pengunjung di masa mendatang.