Ribuan Pengunjung Padati Pameran Keris Nusantara di Universitas Brawijaya

Ratusan keris pusaka dari berbagai penjuru Nusantara memikat ribuan pengunjung di Universitas Brawijaya (UB), Malang. Pameran bertajuk BRAWIJAYAN TOSAN AJI FEST: International Contemporary Keris Fest ini diselenggarakan di gedung Samantha Krida dan GOR Pertamina UB, menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari wisatawan domestik, pelajar, hingga pecinta budaya.

Sejak dibuka pada Sabtu (19/4/2025), pameran ini telah dikunjungi sekitar 2.000 orang. Salah seorang pengunjung, Nur Aini dari Surabaya, datang bersama putrinya untuk mengagumi koleksi keris yang dipamerkan. Ia menuturkan bahwa pameran ini menjadi sarana edukasi yang baik bagi anaknya untuk mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur.

"Saya memang tertarik dengan budaya. Mendengar ada pameran ini dari teman, saya langsung menyempatkan waktu untuk datang bersama anak. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan anak pada budaya Indonesia. Tadi kami sempat melihat keris dari masa sebelum dan sesudah kemerdekaan," ujar Nur Aini.

Nur Aini juga menambahkan bahwa putrinya mendapatkan pengetahuan baru tentang bagian-bagian keris dan berbagai ukiran yang indah. Pameran ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mereka.

Pameran keris ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keris Nasional dan HUT ke-111 Kota Malang. Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi menggelar acara ini dari tanggal 18 hingga 20 April 2025. Tujuannya adalah untuk mengangkat nilai-nilai budaya, khususnya warisan pusaka keris, ke tingkat internasional dengan semangat "Preserving Heritage, Inspiring the Future".

Menurut Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), Edi Purwanto, acara ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi wadah edukasi budaya. Selain pameran, acara ini juga menghadirkan peluncuran buku tentang keris dan pemberian penghargaan bagi insan perkerisan Nusantara sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestari budaya.

Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat melihat langsung keris-keris dari berbagai daerah di Indonesia, mempelajari sejarah dan filosofinya, serta mengagumi keindahan seni ukirnya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa keris bukan hanya sekadar senjata tradisional, tetapi juga merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan dan dibanggakan.