Perayaan Paskah: Gereja Santo Matius Bintaro Gelar Tiga Sesi Misa Khidmat

Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro, Tangerang Selatan, menyelenggarakan Misa Malam Paskah pada hari Sabtu, 19 April 2025, dengan pelaksanaan tiga sesi berbeda. Penyelenggaraan misa ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi seluruh umat untuk berpartisipasi dalam perayaan penting tersebut.

Pelaksanaan Misa Malam Paskah dibagi menjadi tiga sesi dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sesi pertama: Pukul 16.00 WIB
  • Sesi kedua: Pukul 19.00 WIB
  • Sesi ketiga: Pukul 22.00 WIB

Misa Paskah tahun ini dipimpin oleh Romo Petrus dan Romo Jakub, dengan mengusung tema "Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga". Tema ini diharapkan dapat meresapi setiap hati umat yang hadir, serta membawa kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga.

Umat yang hadir tampak larut dalam kekhusyukan, mengikuti setiap tahapan kegiatan Malam Paskah, mulai dari upacara cahaya yang penuh makna hingga pembaruan janji baptis sebagai bentuk peneguhan iman. Banyak di antara mereka hadir bersama keluarga dan sahabat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh sukacita. Jemaat datang dengan berbagai moda transportasi, termasuk kendaraan pribadi roda dua dan roda empat, serta transportasi umum seperti ojek online. Keragaman ini mencerminkan semangat inklusif gereja dalam merangkul seluruh umat.

Para jemaat hadir dengan mengenakan pakaian yang beragam, mencerminkan kepribadian dan gaya masing-masing. Beberapa memilih mengenakan batik, sementara yang lain memilih pakaian kasual yang sopan. Namun, mayoritas jemaat tampak mengenakan pakaian berwarna putih, yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati dalam menyambut kebangkitan Kristus.

Menurut Anto, Tim Liturgi Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro, pihak gereja telah menyiapkan total 3.000 kursi untuk menampung umat pada setiap sesi misa. Kapasitas tersebut terbagi menjadi:

  • 1.500 kursi di dalam Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro.
  • 1.250 kursi di Gedung Karya Pastoral.
  • 250 kursi di Aula Leo Sukoto.

Anto menambahkan bahwa pihak gereja tidak dapat memberikan perkiraan pasti mengenai jumlah umat yang akan hadir pada setiap sesi misa. Umat memiliki kebebasan untuk memilih waktu yang paling sesuai dengan kenyamanan masing-masing, sehingga jumlah kehadiran dapat bervariasi pada setiap sesi.

Rangkaian kegiatan Malam Paskah diawali dengan Ritus Cahaya, di mana setiap umat menyalakan lilin yang telah disiapkan oleh pengurus gereja. Lilin-lilin tersebut dibagikan kepada umat saat mereka memasuki gerbang gereja. Menurut Handoko, Tim Liturgi Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro, api yang menyala pada lilin-lilin tersebut berasal dari lilin Paskah yang besar, yang kemudian disebarkan ke seluruh lilin yang dipegang oleh umat. Proses ini melambangkan penyebaran terang Kristus kepada seluruh umat.

Setelah Ritus Cahaya, kegiatan dilanjutkan dengan Liturgi Sabda dan Liturgi Baptis. Liturgi Sabda merupakan pembacaan sabda atau kitab suci, yang dimulai dari Kitab Kejadian hingga Perjanjian Baru, yang menggambarkan kejatuhan manusia pertama, Adam. Pada Liturgi Baptis, dilakukan pemberkatan air suci, diikuti dengan pembaruan janji baptis oleh seluruh umat, serta pemercikan air suci yang disebut Asperges.

Setelah itu, dilaksanakan Liturgi Ekaristi, yang meliputi persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni. Handoko berharap, melalui kegiatan penting ini, semangat solidaritas umat Katolik terhadap sesama dapat semakin diperkuat. Semangat berbagi dan menguatkan sesama yang membutuhkan menjadi inti dari perayaan Paskah di Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro.