Capello Minta Inter Milan Waspadai Lamine Yamal, Bukan Terpukau
Inter Milan bersiap menghadapi Barcelona dalam laga semifinal Liga Champions yang sangat dinantikan. Mantan pelatih ternama, Fabio Capello, memberikan suntikan semangat kepada Nerazzurri, dengan menekankan pentingnya mewaspadai Lamine Yamal, pemain muda Barcelona yang sedang naik daun.
Inter Milan melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Bayern Munich, sementara Barcelona berhasil mengalahkan Borussia Dortmund. Pertandingan leg pertama akan digelar di markas Barcelona pada tanggal 1 Mei, diikuti dengan leg kedua di kandang Inter Milan pada tanggal 7 Mei.
Kedua tim saat ini berada dalam performa puncak, berpeluang meraih treble winner musim ini, dan memuncaki klasemen liga masing-masing. Fabio Capello, yang memiliki pengalaman melatih klub-klub besar seperti Milan, Real Madrid, Juventus, dan timnas Inggris, memberikan pandangannya mengenai pertandingan tersebut, terutama menyoroti potensi ancaman dari Lamine Yamal.
Capello mengingatkan bahwa meskipun Yamal adalah pemain muda berbakat, ia bukanlah Lionel Messi. Capello meminta Inter Milan untuk tidak terpukau dengan permainan Yamal, dan mewaspadai pergerakannya di lapangan.
"Yamal bukan Messi. Jika Inter mampu menghentikan Messi pada tahun 2010, mereka seharusnya bisa melakukan hal yang sama terhadap Yamal saat ini. Saya melihat banyak penilaian berlebihan tentang Yamal," ujar Capello, seperti dikutip dari Tribuna.
Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun, memang digadang-gadang sebagai The Next Lionel Messi. Ia telah mencetak empat gol dan memberikan empat assist dalam 11 pertandingan di Liga Champions.
Yamal telah menjadi bagian penting dari skuad utama Barcelona musim ini. Pergerakannya yang lincah dan kemampuannya dalam menciptakan peluang menjadikannya ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Capello mengakui bahwa Yamal adalah pemain yang luar biasa, spektakuler, dan memiliki potensi besar. Namun, ia menekankan bahwa masih terlalu dini untuk membandingkannya dengan Lionel Messi.
"Dia adalah pemain yang luar biasa, spektakuler, dan top. Tetapi, dia tidak memiliki kejeniusan seperti Messi," pungkasnya.