Polemik Saweran DJ Nathalie di Sidrap: RMS Undang Kembali untuk Promosikan Pariwisata, Ormas Islam Mengkritik

Kontroversi Penampilan DJ Nathalie Holscher di Sidrap Memicu Reaksi Keras Ormas Islam

Penampilan DJ Nathalie Holscher di sebuah kelab malam di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Aksi saweran uang yang diterima Nathalie saat tampil memicu gelombang protes dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam setempat. Mereka menilai bahwa penampilan tersebut mengandung unsur pornografi dan bertentangan dengan nilai-nilai religius yang selama ini dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap.

Muhammadiyah Sidrap bahkan secara resmi mengeluarkan surat edaran yang mengecam keras aksi hiburan tersebut. Mereka menganggap bahwa kejadian itu mencoreng citra baik Sidrap dan mendesak aparat kepolisian serta pemerintah daerah untuk mengevaluasi izin usaha tempat hiburan malam (THM) yang bersangkutan. Jika terbukti melanggar norma agama, mereka meminta agar THM tersebut ditindak tegas.

Senada dengan Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah Sidrap juga menyuarakan keresahan masyarakat atas penampilan DJ Nathalie. Mereka mendesak Pemkab Sidrap untuk melakukan penertiban agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Rusdi Masse Mengundang Nathalie untuk Promosikan Pariwisata Sidrap

Di tengah gelombang protes yang muncul, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Rusdi Masse (RMS), justru mengambil langkah yang berbeda. Ia secara terbuka mengundang Nathalie Holscher untuk kembali datang ke Sidrap. Namun, kali ini bukan sebagai DJ, melainkan sebagai kreator konten untuk mempromosikan potensi pariwisata dan kuliner yang ada di daerah tersebut.

RMS menyampaikan undangan tersebut secara langsung kepada Nathalie melalui siaran langsung (live) di platform TikTok. Ia berharap Nathalie dapat membantu memperkenalkan Sidrap kepada masyarakat luas melalui konten-konten yang menarik.

Nathalie menyambut baik tawaran tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk datang ke Sidrap. RMS kemudian menghubungi Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, untuk membahas rencana kedatangan Nathalie dan meminta agar diatur pertemuan antara Nathalie dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bupati Sidrap Minta Nathalie Meminta Maaf

Bupati Syaharuddin Alrif sendiri mengakui bahwa penampilan DJ Nathalie sebelumnya telah memicu aksi demonstrasi di Sidrap. Ia mendesak agar Nathalie terlebih dahulu meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka, sebelum datang ke Sidrap untuk mempromosikan pariwisata.

Syaharuddin mengungkapkan bahwa dirinya telah ditegur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan viralnya aksi saweran tersebut. Ia merasa kecewa karena upaya yang selama ini dilakukan untuk membangun citra positif Sidrap menjadi rusak akibat kejadian itu.

Sebagai respons terhadap kejadian tersebut, Syaharuddin telah memerintahkan Satpol PP Sidrap untuk melakukan evaluasi perizinan THM dan menertibkan pelanggaran peraturan daerah yang ada.

Rencana Pertemuan dan Permintaan Maaf

RMS menjelaskan bahwa tujuan mengundang Nathalie ke Sidrap adalah untuk mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah tersebut, bukan hanya sekadar membahas aksi saweran yang sebelumnya terjadi. Ia berharap Nathalie dapat meminta maaf kepada masyarakat Sidrap atas kejadian yang dianggap telah mencoreng nama baik daerah.

Syaharuddin mengonfirmasi rencana kedatangan Nathalie, namun tetap menekankan pentingnya permintaan maaf secara terbuka sebagai langkah awal untuk meredakan polemik yang ada.