Menara Turyapada Bali Diklaim Tahan Gempa Berkat Keterlibatan Ahli Lokal

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa Menara Turyapada KBS 6.0 Kerthi Bali, yang menjulang tinggi di dataran tinggi Pulau Dewata, dirancang untuk tahan terhadap guncangan gempa. Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran siaran TV Digital di menara tersebut, Jumat (18/4/2025).

Menara yang berdiri megah pada ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut ini dibangun dengan melibatkan tim ahli dari Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud). Keterlibatan tenaga ahli lokal ini dinilai krusial mengingat lokasi menara yang berada di medan yang berat dan rawan gempa. Koster menekankan bahwa pemerintah provinsi (Pemprov) Bali tidak menggunakan tenaga ahli dari luar daerah, melainkan sepenuhnya mempercayakan keahlian para insinyur lokal untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan terhadap potensi bencana.

Menara Turyapada tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur komunikasi, tetapi juga dirancang sebagai ikon wisata baru. Fungsi utama menara ini adalah sebagai pusat transmisi TV digital, radio, dan seluler, yang diharapkan dapat mengatasi masalah blank spot siaran televisi di wilayah Bali utara, khususnya Kabupaten Buleleng. Selain itu, menara ini juga menawarkan berbagai fasilitas wisata menarik, seperti planetarium, skywalk, restoran putar 360 derajat, restoran statis, dan jembatan kaca. Kombinasi fungsi komunikasi dan pariwisata ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng.

Sebelum peluncuran resminya, siaran TV Digital dari Menara Turyapada telah melalui serangkaian uji coba dan pengawasan ketat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siaran TV Digital berhasil menjangkau wilayah Buleleng dan Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. Jangkauan siaran ini bahkan melebihi ekspektasi awal, mencapai 90% wilayah Buleleng, lebih tinggi dari target 80% yang ditetapkan dalam studi kelayakan.

Saat ini, Menara Turyapada telah menyiarkan 10 stasiun televisi, dan direncanakan akan bertambah hingga lebih dari 30 stasiun. Dengan adanya siaran TV digital, masyarakat Bali kini dapat menikmati kualitas gambar dan suara yang lebih baik, serta akses yang lebih luas terhadap informasi, hiburan, dan pendidikan. Pemerintah daerah berharap keberadaan menara ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali utara.

Fasilitas yang ada pada menara Turyapada antara lain:

  • Planetarium
  • Skywalk
  • Restoran Putar 360 Derajat
  • Restoran Statis
  • Jembatan Kaca