Ratusan Warga Situbondo Terisolasi Akibat Longsor, Pemerintah Daerah Turun Tangan

Dusun Campoan, Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami dampak signifikan akibat tanah longsor yang terjadi pada Februari 2025. Bencana ini menyebabkan sekitar 800 warga terisolasi selama kurang lebih dua bulan, memutus aksesibilitas dan menghambat aktivitas sehari-hari.

Menurut keterangan Kepala Desa Alas Bayur, Relawati, upaya awal untuk membuka kembali akses jalan telah dilakukan secara swadaya oleh warga. Sekitar 300 orang bergotong-royong selama seminggu, namun hanya berhasil membuka jalan kecil yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Material longsor berupa bebatuan besar menjadi kendala utama dalam proses pembersihan manual.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah baru dapat mengirimkan alat berat pada April 2025, setelah memasuki musim kemarau. Kondisi jalan yang curam dan licin selama musim hujan menjadi pertimbangan utama dalam penundaan pengiriman alat berat. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memperbaiki jalan yang tertutup longsor dan jembatan yang terancam longsor, dengan tujuan menyambungkan kembali Dusun Campoan dengan Dusun Klompangan di Desa Alas Bayur.

Perbaikan jembatan juga menjadi prioritas untuk memitigasi potensi bencana lebih lanjut. Pemanfaatan musim kemarau diharapkan mempercepat proses perbaikan, sehingga warga dapat kembali menggunakan kendaraan roda empat untuk beraktivitas. Selama masa isolasi, warga terpaksa memutar melalui Kabupaten Bondowoso untuk menggunakan mobil.

Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan saat ini pekerjaan perbaikan sedang berlangsung. Diharapkan dengan upaya ini, aksesibilitas warga Dusun Campoan dapat segera pulih dan aktivitas ekonomi serta sosial dapat kembali berjalan normal.

Berikut adalah poin-poin penting dalam penanganan dampak longsor di Situbondo:

  • Isolasi Warga: 800 warga Dusun Campoan terisolasi selama 2 bulan.
  • Upaya Swadaya: Warga bergotong-royong membuka jalan namun terkendala material longsor.
  • Intervensi Pemerintah Daerah: Pengiriman alat berat setelah memasuki musim kemarau.
  • Perbaikan Infrastruktur: Perbaikan jalan dan jembatan yang terdampak longsor.
  • Anggaran Perbaikan: Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan.