Tragedi Sumba Barat Daya: Adu Bacok Maut Dipicu Bunyi Klakson Sepeda Motor
Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) digegerkan dengan insiden berdarah yang merenggut nyawa seorang pria bernama Alex Bobo (48). Peristiwa tragis ini dipicu oleh perselisihan akibat bunyi klakson sepeda motor.
Kejadian bermula ketika Agustinus Malo Romba (36), seorang warga setempat, mengalami pecah ban saat berboncengan dengan Andreas Bili Dapa (56). Agustinus kemudian melanjutkan perjalanan seorang diri untuk mencari tukang tambal ban. Setibanya di lokasi yang dituju, Agustinus membunyikan klakson sepeda motornya dengan maksud memanggil tukang tambal ban. Tanpa disangka, bunyi klakson tersebut memicu reaksi keras dari Alex Bobo yang berada di dekat lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi mata, Alex Bobo menghampiri Agustinus dengan emosi yang memuncak. Ia bahkan mencabut sebilah parang dari pinggangnya dan langsung menyerang Agustinus. "Mati sudah kamu," teriak Alex Bobo sembari mengayunkan parangnya.
Agustinus yang terkejut dengan serangan mendadak tersebut berusaha membela diri. Ia menangkis serangan Alex Bobo dengan parang yang dibawanya. Namun, dalam perkelahian yang sengit, Agustinus berhasil merebut kendali dan balik menyerang Alex Bobo. Akibat sabetan parang Agustinus, Alex Bobo mengalami luka parah di bagian bahu dan leher hingga akhirnya tewas di tempat kejadian.
Pihak kepolisian dari Polres Sumba Barat Daya segera bertindak setelah menerima laporan dari warga. Petugas mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah Alex Bobo, dan menangkap Agustinus Malo Romba beserta barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan dalam aksi pembacokan tersebut.
"Korban telah dibawa ke rumah duka di Kampung Wee Timu, Desa Ombarade. Sedangkan pelaku sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan guna proses lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika.
Saat ini, kasus pembacokan maut ini tengah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian. Agustinus Malo Romba akan menjalani proses hukum atas perbuatannya, sementara keluarga Alex Bobo berduka atas kehilangan orang yang mereka cintai. Insiden ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.