Ambisi Treble Inter Milan Diuji Jadwal Padat: Antara Kejayaan dan Kegagalan
Inter Milan menghadapi ujian berat di sisa musim ini dengan jadwal padat yang menguji ambisi mereka untuk meraih treble. Setelah memastikan tempat di semifinal Liga Champions 2024/2025, usai menahan imbang Bayern Munich 2-2, di Giuseppe Meazza pada leg kedua perempatfinal, Kamis (17/4/2025), Nerazzurri kini harus menyeimbangkan performa di tiga kompetisi berbeda.
Perjalanan Inter di Liga Champions terus berlanjut setelah menyingkirkan Bayern dengan agregat 4-3. Kemenangan 2-1 pada leg pertama di kandang Die Roten menjadi modal berharga. Namun, tantangan sebenarnya terletak pada bagaimana mereka menjaga momentum di tengah padatnya jadwal pertandingan. Selain Liga Champions, Inter juga masih memimpin klasemen Serie A dan akan bertanding di semifinal Coppa Italia.
Mengulang kesuksesan treble musim 2009/2010 tentu menjadi impian. Akan tetapi, rintangan yang menghadang tidaklah mudah. Simone Inzaghi harus meramu strategi yang tepat agar timnya tetap kompetitif di setiap pertandingan. Jadwal padat dengan lawan-lawan tangguh akan menjadi penentu apakah Inter mampu mewujudkan ambisi treble atau tidak.
Dalam kurun waktu 17 hari, Inter harus melakoni enam pertandingan krusial. Intensitas pertandingan setiap 3-4 hari menuntut kondisi fisik dan mental pemain yang prima. Dimulai dengan pertandingan Serie A melawan Bologna (20/4), dilanjutkan dengan derby panas melawan AC Milan di leg kedua Liga Champions (24/4), dan ditutup dengan menjamu AS Roma (27/4) di Serie A.
Memasuki bulan Mei, tantangan semakin berat. Inter harus bertandang ke markas Barcelona di leg pertama Liga Champions (1/5), kemudian kembali fokus ke Serie A melawan Verona (4/5), sebelum menjamu Barcelona di leg kedua Liga Champions (7/5). Kehilangan poin dalam pertandingan-pertandingan ini bisa menggagalkan impian treble Inter. Hasil imbang 1-1 melawan Rossoneri pada leg pertama menambah tekanan bagi La Beneamata.
Posisi Inter di puncak klasemen Serie A juga tidak aman. Dengan selisih hanya tiga poin dari Napoli di urutan kedua, setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Setelah pertandingan melawan Barcelona, Inter masih harus menghadapi Torino, Lazio, dan Como di Serie A.
Sisa musim ini menjadi ajang pembuktian bagi Inter Milan. Mampukah mereka melewati badai jadwal padat dan meraih treble, ataukah mimpi itu akan hancur berkeping-keping?