Aktivis Lingkungan Dapati Oknum Ormas di Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal, Polisi Angkat Bicara
Sebuah video yang memperlihatkan seorang aktivis lingkungan yang dikenal dengan nama Ki Jaga Kali berinteraksi dengan sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) di sebuah lokasi yang diduga sebagai tempat pembuangan sampah ilegal (TPS liar) di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Ki Jaga Kali, yang aktif menyuarakan isu-isu lingkungan, terlihat sedang berdiskusi dengan seorang pria berseragam loreng oranye yang diduga sebagai anggota ormas. Ki Jaga Kali tampak menyampaikan kekhawatiran terkait potensi pencemaran Kali Bekasi akibat keberadaan tumpukan sampah di lokasi tersebut. Ia meminta agar pihak ormas turut serta menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
"Ini kita mah minta tolong jangan sampai (sampah) ke kali bang," ujar Ki Jaga Kali dalam video tersebut.
Pria berseragam loreng itu menanggapi dengan menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya untuk mencegah sampah mencemari sungai. Ia juga menyebutkan bahwa pengangkutan sampah dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Namun, pria tersebut juga menyayangkan tindakan Ki Jaga Kali yang mendatangi lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Iya, ini kita upayakan. Kan sampah kita diangkut sama UPTD I," jawab pria tersebut. "Iya makanya kalau apa-apa konfirmasi bang, jangan main selonong bae, itu kan ada bendera saya," imbuhnya.
Menanggapi video yang viral tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa video tersebut merupakan video lama yang direkam sekitar dua tahun lalu. Mustofa juga menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait TPS liar tersebut dan telah melakukan pembersihan serta memasang pagar di sekitar lokasi.
"Itu video lama sekali, dua tahun lalu," kata Mustofa. "Itu sudah ditindaklanjuti sama polsek, itu sudah dibersihkan sudah lama, sudah dipagari, sudah tidak ada yang buang sampah di situ,"
Insiden ini menyoroti permasalahan serius terkait pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya sungai. Selain itu, kejadian ini juga memicu perdebatan mengenai peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan serta pentingnya koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam mengatasi permasalahan lingkungan.