Warga Sampang Geruduk Rumah Wanita Bersuami, Seorang Pria Diduga Selingkuhan Babak Belur

Aksi main hakim sendiri terjadi di Desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, pada Rabu (16/4) malam. Seorang pria berinisial W (43), warga Desa Pancor, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, menjadi bulan-bulanan massa setelah diduga kedapatan memasuki rumah seorang wanita berinisial I (30) yang suaminya sedang bekerja di Malaysia. Video yang memperlihatkan pria tersebut dengan luka di kepala dan berlumuran darah viral di media sosial.

Menurut informasi yang dihimpun, kemarahan warga memuncak lantaran W diduga telah berulang kali mendatangi rumah I, seorang ibu dengan satu anak. Kecurigaan warga semakin menjadi ketika melihat sepeda motor W terparkir di dalam rumah I. Warga kemudian melakukan penggerebekan dan menemukan W bersembunyi di dalam kamar rumah I.

Dalam video berdurasi 57 detik yang beredar, W terlihat dikelilingi puluhan warga yang emosi. Dengan kepala berdarah, W berusaha membela diri dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan massa.

"Lillahita'ala buleh tak oneng jek andik lakeh, kak (Demi Allah saya tidak tahu kalau dia punya suami, kak)," ujar W dalam video tersebut.

Ia juga menambahkan, "Bi' Ida buleh etelpon, ken pas bi' Ida Sapedanah etarek kadelem , guleh di Bangkalan (Saya ditelepon Ida, lalu sepeda saya ditarik ke dalam oleh Ida, saya dari Bangkalan)."

Namun, pembelaan W justru memicu amarah warga yang semakin tersulut. Salah seorang warga terdengar berteriak, "Dinah makeh la reng dimmah kakeh je'apettah bennyak benta kakeh. (Biar mau orang manapun kamu jangan banyak bicara!)"

Untuk menghindari amukan massa yang lebih parah, tokoh masyarakat setempat kemudian mengamankan W dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggotanya segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengantisipasi tindakan anarkis lebih lanjut. Saat ini, W telah diamankan di Mapolres Sampang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik.