XL Axiata dan Smartfren Resmi Bergabung: Jaminan Layanan dan Investasi Masa Depan

Penggabungan usaha antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk telah resmi terlaksana, menandai babak baru dalam industri telekomunikasi Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Komisaris XL Smart, Arsjad Rasjid, di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menegaskan bahwa proses merger telah rampung secara hukum sejak Selasa, 15 April 2025.

Arsjad Rasjid menyampaikan kepastian bahwa merger ini tidak akan menimbulkan gangguan terhadap layanan yang diterima oleh pelanggan kedua perusahaan. Entitas baru hasil penggabungan ini akan bernama PT XL Smart Telekom Sejahtera, atau yang lebih dikenal dengan XL Smart. Kunjungan ke Kementerian Kominfo bersama Menteri Kominfo, Meutya Hafid, dan para pemangku kepentingan lainnya, bertujuan untuk menjelaskan detail pelaksanaan merger dan menyampaikan komitmen perusahaan terhadap kemajuan industri telekomunikasi.

Fokus utama dari penggabungan ini adalah peningkatan pengalaman pelanggan. Lebih lanjut, Arsjad Rasjid memberikan jaminan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak dari merger ini. XL Smart berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, termasuk pembangunan lebih dari 8.000 site baru. Investasi juga akan dialokasikan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui rekrutmen dan pelatihan.

"Investasi baru ini ditujukan untuk perekrutan SDM, dengan tujuan memperluas jangkauan layanan. Selain itu, teknologi yang dikembangkan akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan membantu program-program pemerintah," tegas Arsjad.

Direktur PT Smartfren Telecom, Merza Fachys, menambahkan bahwa merger ini bukan sekadar penggabungan dua perusahaan, melainkan sebuah transformasi yang akan memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia dan seluruh masyarakat. Harapannya, merger ini akan menjadi lompatan besar yang mendorong perkembangan dan kemajuan industri telekomunikasi serta mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

Merza Fachys mengatakan kepada Menteri Kominfo bahwa dengan adanya merger ini akan menjadi satu lompatan besar dan membuat industri di Indonesia akan menjadi lebih berkembang dan maju. Transformasi digital akan terdorong dengan adanya merger ini.