Pengamanan Ketat PSU Banjarbaru: Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan, Fokus pada TPS Rawan

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akan digelar pada 19 April mendatang. Guna memastikan kelancaran dan keamanan proses demokrasi ini, Polres Banjarbaru telah menyiapkan pengamanan yang komprehensif.

Ratusan personel gabungan dari kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya PSU. Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, menyatakan bahwa sebanyak 845 personel akan disebar di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah Banjarbaru.

"Kami ingin memastikan PSU di Banjarbaru berlangsung aman, tertib, dan kondusif," ujar AKBP Pius. Penempatan personel di setiap TPS diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya.

Sebelum pelaksanaan PSU, Polres Banjarbaru telah melakukan pemetaan potensi kerawanan. Simulasi taktikal floor game digelar di Markas Polres untuk mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan perhatian khusus. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa dari 403 TPS yang ada, 21 di antaranya dianggap paling rawan, sementara 382 TPS lainnya juga masuk kategori rawan.

Menyikapi hal ini, Polres Banjarbaru akan meningkatkan pengamanan di seluruh TPS, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. AKBP Pius mengimbau seluruh personel yang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan bertindak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, AKBP Pius juga mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk berpartisipasi aktif dalam PSU dengan datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Pihaknya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama proses pemungutan suara.

PSU Pilkada Banjarbaru kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yaitu Lisa Erna Halaby-Wartono, yang akan melawan kotak kosong. PSU ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan kemenangan pasangan Lisa-Wartono pada Pilkada sebelumnya. MK menilai telah terjadi sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Banjarbaru.

Akibatnya, empat Komisioner KPU Banjarbaru, termasuk Ketua KPU Dahtiar, diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dengan persiapan yang matang dan pengamanan yang ketat, diharapkan PSU Pilkada Banjarbaru dapat berjalan lancar, aman, dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang legitimate dan diterima oleh seluruh masyarakat.