Misteri Keberadaan Alvaro: Pencarian Intensif Bocah 6 Tahun yang Hilang Selama 40 Hari
Kehilangan seorang anak adalah mimpi buruk bagi setiap orang tua. Hal ini dialami oleh Arumi, ibu dari Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang hilang sejak 6 Maret 2025. Hingga hari ini, setelah 40 hari berlalu, keberadaan Alvaro masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Pihak kepolisian terus berupaya keras untuk menemukan jejak bocah malang tersebut.
AKP Seala Syah Alam, Kapolsek Pesanggrahan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendalaman terkait kasus hilangnya Alvaro. Informasi mengenai Alvaro terus disebarkan melalui berbagai platform media dan forum komunikasi warga dengan harapan masyarakat dapat membantu memberikan informasi jika melihat atau mengetahui keberadaan Alvaro. "Kami masih terus mendalami dan mengembangkan setiap informasi yang masuk," ujar AKP Seala.
Menurut penuturan Arumi, Alvaro hilang menjelang waktu Maghrib. Biasanya, Alvaro rutin pergi ke masjid dekat rumah untuk menunaikan salat Maghrib selama bulan Ramadan. Namun, pada hari itu, Alvaro tidak kembali ke rumah setelah keluar pada sore hari. Arumi dan keluarga telah melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah dan memeriksa rekaman CCTV, namun tidak membuahkan hasil.
"Dari habis Maghrib itu nggak pulang-pulang. Dicari juga nggak ada. Kita tanya sama teman-temannya yang di masjid, katanya dari sore nggak sama Alvaro. Berarti besar kemungkinan dia diculik sebelum salat Maghrib," ungkap Arumi dengan nada cemas.
Pada malam yang sama, Arumi melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan proses pencarian. Bahkan, Polda Metro Jaya turut membantu dalam upaya pencarian Alvaro.
Selain melapor ke polisi, Arumi dan keluarga juga aktif melakukan pencarian mandiri dengan menyebarkan poster di jalanan di seluruh wilayah Jakarta. Mereka juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai hilangnya Alvaro. Harapannya, semakin banyak orang yang mengetahui informasi ini, semakin besar pula peluang Alvaro untuk ditemukan.
Ironisnya, selama 40 hari pencarian, tidak ada pihak yang menghubungi Arumi dan meminta tebusan layaknya kasus penculikan pada umumnya. Justru, Arumi mengaku banyak menerima informasi palsu dari orang-orang yang mengaku mengetahui keberadaan Alvaro. Informasi-informasi tersebut membawa Arumi dan keluarga ke berbagai tempat, bahkan hingga ke Bekasi, namun semuanya nihil.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dekat, termasuk ayah Alvaro yang sudah berpisah dengan Arumi. Ayah Alvaro beserta keluarganya juga turut membantu dalam pencarian. "Polisi juga nyelidikin setiap keluarga ya... mereka juga nggak sama mereka, sudah dipastikan," jelas Arumi.
Arumi menambahkan bahwa selama ini keluarganya memiliki hubungan baik dengan para tetangga. Saat ini, ia hanya bisa pasrah dan berharap agar putranya segera ditemukan dan kembali ke rumah. "Sekarang udah kayak di titik pasrah, nggak tau lagi harus gimana," pungkasnya.
Kasus hilangnya Alvaro ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Masyarakat diimbau untuk turut membantu memberikan informasi jika melihat atau mengetahui keberadaan Alvaro. Setiap informasi sekecil apapun sangat berharga dan dapat membantu menemukan Alvaro dan mengembalikan ke pelukan keluarganya.