Warga Deli Serdang Ditemukan Meninggal di Rawa Setelah Dilaporkan Hilang Sejak Maret
Penemuan mayat seorang pria lanjut usia menggegerkan warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (17/4/2025). Zulkifli (67), ditemukan tak bernyawa di area rawa-rawa dekat sebuah ladang lengkuas. Korban dilaporkan hilang sejak pertengahan Maret lalu.
Mayat Zulkifli pertama kali ditemukan oleh Agus Salim (57), seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi. Agus menemukan jenazah dalam posisi telentang dan tanpa busana. Kondisi jenazah sudah memprihatinkan, dengan sebagian besar tubuh tinggal tulang belulang dan sedikit daging di bagian belakang.
"Saya sangat terkejut saat menemukan jenazah itu. Kondisinya sudah sangat mengenaskan," ujar Agus di lokasi kejadian.
Pakaian korban, berupa kemeja dan sarung, ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah, tergeletak di antara rerumputan.
Agus segera melaporkan penemuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak berwajib. Tidak lama kemudian, tim gabungan dari pemerintah daerah, kepolisian, dan tim forensik Polrestabes Medan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah Zulkifli kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan otopsi. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membantu mengungkap kasus ini.
Menurut keterangan Agus, Zulkifli telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak pertengahan Maret 2025. Informasi mengenai hilangnya Zulkifli juga telah disebarkan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, dengan harapan dapat menemukan keberadaannya.
"Kami sekeluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab kematian kakek," ujar salah seorang anggota keluarga Zulkifli.
Agus menambahkan bahwa Zulkifli diketahui mengalami gangguan ingatan dan penglihatan. Mata sebelah kirinya juga sudah tidak berfungsi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Hasil otopsi akan sangat membantu kami dalam mengungkap penyebab kematian korban," kata AKBP Bayu.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai kasus ini. Masyarakat diminta untuk memberikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian jika memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.