Kemnaker Optimalkan Balai Pelatihan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah strategis untuk mendukung program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mengoptimalkan pemanfaatan balai-balai pelatihan yang dimilikinya. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikan lampu hijau bagi tenaga-tenaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan fasilitas pelatihan Kemnaker sebagai pusat edukasi dan peningkatan kompetensi.
Langkah ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Yassierli dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menandai sinergi antara program ketenagakerjaan dan pemenuhan gizi nasional. Menteri Yassierli menegaskan komitmen Kemnaker untuk menyukseskan MBG, yang diyakini akan berjalan lancar jika didukung oleh tenaga kerja yang kompeten dan memiliki standar yang jelas.
Fasilitas-fasilitas seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pengembangan Kesempatan dan Perluasan Kerja (BPPK), serta Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas akan dioptimalkan sebagai pusat edukasi bagi SPPG. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif dan responsif terhadap isu gizi, serta menciptakan tenaga kerja yang sehat, produktif, dan kompetitif.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa MBG merupakan investasi SDM terbesar yang memerlukan dukungan tenaga kerja yang besar. Program ini menargetkan pembentukan 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia dan diperkirakan akan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja langsung di sektor penyediaan makanan bergizi.
Setiap SPPG akan terdiri dari kepala satuan pelayanan, ahli gizi, ahli akuntansi, serta relawan yang bertugas memasak, memotong, dan membersihkan. Hingga April 2025, telah ada 1.072 kepala SPPG, ahli gizi, dan ahli akuntansi yang bekerja. Keberadaan SPPG juga diharapkan dapat mendorong munculnya 15 wirausaha baru di sektor pangan, termasuk pemasok daging, telur, buah-buahan, sayuran, tepung, susu, serta pengelola minyak jelantah dan limbah organik.
Sinergi antara Kemnaker dan BGN ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan terlatih untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan ketenagakerjaan dan peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
- Fasilitas Pelatihan Kemnaker: BBPVP, BPPK, BLK Komunitas
- Tenaga SPPG: Kepala satuan pelayanan, ahli gizi, ahli akuntansi, relawan
- Penciptaan Lapangan Kerja: 1,5 juta lapangan kerja di sektor penyediaan makanan bergizi
- Wirausaha Baru: 15 wirausaha baru di sektor pangan