Maybank Indonesia Kucurkan Rp 22,1 Triliun untuk Pembiayaan Berkelanjutan, Fokus pada UMKM dan Lingkungan

Maybank Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyalurkan pembiayaan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sebesar Rp 22,1 triliun sepanjang tahun 2024. Langkah ini menegaskan posisi Maybank Indonesia sebagai institusi keuangan yang berorientasi pada masa depan, dengan menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari strategi bisnisnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa sebagian besar dari total pembiayaan KKUB, yaitu sebesar Rp 17,1 triliun, dialokasikan untuk mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pembiayaan untuk UMKM mencapai 15,07 persen dari total kredit yang disalurkan oleh Maybank Indonesia. Selain itu, rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) mencapai 27 persen, menunjukkan komitmen Maybank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain fokus pada UMKM, Maybank Indonesia juga mengalokasikan dana untuk Kategori Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), khususnya pada sektor Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan. Alokasi dana untuk sektor ini mencapai Rp 2,1 triliun, meningkat signifikan sebesar 143 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen Maybank Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan dan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Maybank Indonesia juga telah berhasil memobilisasi dana sebesar Rp 4,3 triliun yang sesuai dengan Sustainable Product Framework (SPF) Maybank Group. Dana ini disalurkan untuk berbagai kegiatan berwawasan lingkungan dan sosial, sebagai bagian dari dukungan terhadap komitmen Maybank Group untuk pembiayaan berkelanjutan hingga tahun 2025.

Ketua Divisi Keberlanjutan Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan bahwa inisiatif keberlanjutan yang dilakukan Maybank Indonesia mencakup berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan penggunaan kertas, hingga pengelolaan limbah dan emisi. Maybank Indonesia juga aktif melakukan penghitungan emisi untuk mengukur dampak lingkungannya dan mencari cara untuk mengurangi jejak karbonnya.

Selain upaya internal, Maybank Indonesia juga mengadakan acara tahunan Marathon Kebaikan yang disertai dengan aksi penanaman 2.500 pohon mangrove sebagai upaya mitigasi emisi karbon. Kegiatan ini merupakan bagian dari target Maybank Indonesia untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050.

Maybank Indonesia juga memiliki berbagai program sosial, seperti Rise 2.0 yang memberdayakan UMKM difabel di 22 provinsi dengan jumlah anggota mencapai 12.130 orang. Selain itu, ada juga program Women Eco-Weavers (MWEW) yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelestarian warisan tenun lokal.

Keberlanjutan di Maybank Indonesia didasarkan pada empat pilar utama, yaitu:

  • Keterlibatan Masyarakat
  • Pengelolaan Sampah
  • Carbon Offsets
  • Pengurangan Jejak Karbon

Melalui berbagai inisiatif ini, Maybank Indonesia berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.