Indonesia Optimistis Adopsi Mobil Hidrogen: Targetkan 3,6 Juta Unit pada 2060

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan energi bersih dengan menargetkan adopsi mobil hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicles/FCEV) secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun peta jalan hidrogen dan amonia nasional, yang menjadi landasan strategi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini.

Roadmap yang dirilis pada tanggal 15 April 2025 tersebut, merinci proyeksi kebutuhan hidrogen di sektor transportasi, mencakup mobil hidrogen, transportasi laut, dan perkeretaapian. Ambisi terbesarnya adalah mencapai populasi FCEV sebanyak 3,6 juta unit pada tahun 2060. Target ini menandakan bahwa mobil hidrogen diakui sebagai bagian integral dari upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) di Indonesia, bersanding dengan kendaraan listrik.

Menurut dokumen tersebut, pemanfaatan hidrogen diproyeksikan mencapai 438 ton per tahun pada tahun 2030, yang akan digunakan untuk sekitar 3.000 unit mobil hidrogen. Angka ini diperkirakan akan melonjak menjadi 530.000 ton per tahun dengan 3,6 juta unit FCEV pada tahun 2060. Proyeksi peningkatan yang signifikan ini menggambarkan optimisme pemerintah terhadap potensi hidrogen sebagai sumber energi transportasi masa depan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa peta jalan ini berfokus pada produksi dan pemanfaatan hidrogen dan amonia di dalam negeri. Pemerintah telah menetapkan tiga fokus utama dalam strategi pemanfaatan hidrogen:

  • Hidrogen sebagai penggerak pengembangan energi baru terbarukan.
  • Hidrogen sebagai pendorong dekarbonisasi.
  • Hidrogen dan turunannya sebagai komoditas ekspor.

Eniya mengakui bahwa pengembangan hidrogen menghadapi tantangan yang cukup besar, dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama pengembang infrastruktur untuk produksi dan distribusi hidrogen, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja yang mendukung industri ini.

Pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia sudah mulai berjalan, didukung oleh berbagai industri. Beberapa inisiatif yang sedang berjalan meliputi:

  • Pembangunan pilot project hidrogen refueling system oleh PLN di Senayan.
  • Pembangunan hidrogen refueling system oleh Toyota di Karawang, Jawa Barat.
  • Upaya PLN dan Pertamina untuk melakukan produksi hidrogen, dengan PLN telah menginisiasi 22 lokasi untuk hidrogen plant di Jawa dan sekitarnya.