Tragedi di Kamboja: Warga Bekasi Tewas Akibat Penyiksaan dalam Lingkaran Penipuan Online
Kabar duka menyelimuti sebuah keluarga di Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ihwan Sahab, seorang pemuda berusia 28 tahun, menghembuskan nafas terakhir di Kamboja setelah menjadi korban penyiksaan yang diduga terkait dengan aktivitas penipuan online atau scamming. Kisah tragis ini bermula ketika Ihwan tergiur dengan tawaran pekerjaan di Kamboja pada Februari 2024.
Subiyantoro, adik korban, mengungkapkan bahwa kakaknya dijanjikan pekerjaan sebagai admin situs judi online dengan gaji menggiurkan antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per bulan. Namun, sesampainya di Kamboja, kenyataan pahit menanti. Ihwan justru ditempatkan dalam perusahaan yang bergerak di bidang scamming dengan target operasi warga negara Indonesia. Pekerjaan ini mengharuskannya melakukan penipuan melalui telepon dan tautan (link) yang menjerat para korban.
Awalnya, Ihwan masih rutin berkomunikasi dengan keluarganya di Bekasi. Namun, kecurigaan mulai timbul ketika pihak perusahaan menghubungi keluarga dan meminta uang tebusan sebesar Rp 60 juta untuk pemulangan Ihwan. Keluarga yang curiga menolak permintaan tersebut. Tak lama kemudian, Ihwan dipindahkan ke perusahaan scamming lain, dan sejak saat itu, komunikasi dengan keluarga semakin jarang.
Kabar duka datang pada Senin (14/4/2025). Ihwan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat penyiksaan yang dialaminya. Menurut penuturan Ihwan kepada adiknya melalui panggilan video sebelum meninggal, ia disiksa selama dua hari oleh 15 orang yang terdiri dari warga negara China dan Indonesia. Penyiksaan tersebut dilakukan karena Ihwan gagal mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Ia disetrum di sekujur tubuh hingga mengalami luka bakar, serta dipukuli di kepala hingga menyebabkan pendarahan otak. Setelah pingsan, Ihwan dibuang ke jalan dalam kondisi tanpa busana.
Polisi setempat menemukan Ihwan dalam keadaan kritis dan segera membawanya ke rumah sakit. Meskipun sempat membaik dan bisa berkomunikasi, kondisi Ihwan terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh kemudian menghubungi keluarga Ihwan dan menawarkan bantuan pemulangan jenazah dengan biaya sebesar Rp 200 juta. Karena keterbatasan biaya, keluarga akhirnya mengikhlaskan jenazah Ihwan untuk dimakamkan di Kamboja secara Islam.
Berikut Rincian Penyiksaan yang dialami oleh korban:
- Sekujur tubuh disetrum hingga menimbulkan bekas luka berwarna hitam.
- Kedua mata mengalami luka lebam.
- Kepala dihantam benda tumpul hingga mengalami pendarahan otak.
Tragedi yang menimpa Ihwan Sahab menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji besar tanpa kejelasan mengenai jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Kasus ini juga menyoroti praktik kejahatan scamming yang semakin marak dan meresahkan, serta pentingnya peran pemerintah dalam melindungi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.