Lumpuhnya Akses Jalan Saleh Danasasmita Bogor: Ekonomi Warga Tercekik, Alternatif Minim Solusi

Sejak awal Maret 2025, Jalan Saleh Danasasmita di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah hingga tak dapat dilalui. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari segi mobilitas, namun juga memukul telak perekonomian warga sekitar. Lebih dari sebulan penutupan jalan, denyut nadi usaha mikro di kawasan tersebut melemah, bahkan terancam gulung tikar.

Jajang Suherman, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami warga. Warung sembako, toko buah, warung jamu, pangkas rambut, hingga warung makan yang menjadi tumpuan hidup banyak keluarga, kini sepi pembeli. Sedikitnya sebelas usaha dari tiga RT terdampak langsung akibat terputusnya akses jalan. "Ekonomi warga benar-benar terpuruk. Mobilitas yang terbatas membuat orang enggan datang berbelanja," ujarnya.

Selain penurunan omzet, warga juga mengeluhkan peningkatan biaya transportasi. Angkutan kota (angkot) yang biasanya menjadi andalan, kini harus memutar melalui jalur alternatif di Cipinang Gading, Kelurahan Rangga Mekar. Hal ini membuat ongkos perjalanan membengkak hingga dua kali lipat dan waktu tempuh menjadi lebih lama. "Dulu cukup sekali naik angkot ke pusat kota, sekarang harus dua kali. Belum lagi macetnya," keluh Jajang.

Jalur alternatif untuk sepeda motor yang dibuka di dekat lokasi jalan amblas juga menimbulkan masalah baru. Warga merasa terganggu dengan suara bising kendaraan yang lalu lalang, karena aksesnya terlalu dekat dengan rumah mereka. Kondisi jalan setapak yang menjadi akses utama pejalan kaki menuju Jalan Batu Tulis juga dikeluhkan karena licin dan tidak aman, terutama bagi lansia.

Fenti (57), seorang warga, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya untuk berobat. "Kaki saya sakit kalau harus jalan kaki lewat jalan setapak yang licin itu. Apalagi kebanyakan warga di sini sudah janda dan berumur," tuturnya. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan alternatif sebelum membangun jalan pengganti.

Pemerintah Kota Bogor sebenarnya telah menyiapkan solusi jangka panjang dengan merencanakan pembukaan jalur baru sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang amblas. Jalur tersebut akan menghubungkan area Sumur Tujuh langsung menuju Jalan Saleh Danasasmita sepanjang kurang lebih 200 meter. Rencana ini telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat.

Namun, warga berharap pemerintah juga memberikan perhatian pada solusi jangka pendek, seperti perbaikan jalan alternatif, agar aktivitas dan perekonomian mereka dapat sedikit terbantu selama proses pembangunan jalan baru berlangsung.

Daftar Keluhan Warga:

  • Penurunan omzet usaha mikro.
  • Peningkatan biaya transportasi.
  • Kebisingan dari jalur alternatif sepeda motor.
  • Kondisi jalan setapak yang licin dan tidak aman.

Harapan Warga:

  • Perbaikan jalan alternatif.
  • Percepatan pembangunan jalan pengganti.