Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai Sebabkan Kerugian Ratusan Juta Rupiah Bagi Pertamina
Pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu telah menimbulkan dampak signifikan terhadap operasional Pertamina, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 500 juta per hari. Kondisi ini memaksa perusahaan energi tersebut untuk mencari alternatif pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Bengkulu.
Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bengkulu, Donni Swabuana, Pertamina kini beralih menggunakan jalur darat untuk distribusi BBM. Perubahan moda transportasi ini yang menjadi penyebab utama kerugian finansial yang dialami. "Pertamina biasanya menggunakan jalur laut untuk mengirim BBM ke Bengkulu, sekarang menggunakan jalur darat, itu yang membuat merugi," Ujar Donni.
Sebagai solusi alternatif, Pertamina tengah melakukan kajian mendalam mengenai potensi penggunaan Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur sebagai dermaga pengganti. Pelabuhan Linau dinilai memiliki potensi karena kondisinya yang relatif stabil dan bebas dari masalah pendangkalan. "Pertamina sedang melakukan kajian apakah memungkinkan melakukan pengiriman BBM via laut menggunakan Pelabuhan Linau," jelas Donni.
Bupati Kaur, Gusril Pausi, menyambut baik inisiatif Pertamina tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh. Gusril menjelaskan bahwa Pelabuhan Linau merupakan pelabuhan alami yang telah lama dimanfaatkan sejak zaman kolonial Belanda. "Pelabuhan itu alami, tidak ada pendangkalan. Sejak zaman Belanda digunakan," ungkap Gusril. Ia menambahkan bahwa meskipun kewenangan pengelolaan Pelabuhan Linau berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Kaur siap membantu jika diperlukan.
Sementara itu, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kelancaran transportasi laut di wilayah Bengkulu, termasuk akses ke Pulau Enggano. General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional pelabuhan untuk mendukung distribusi logistik ke berbagai wilayah di Bengkulu. "Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik ke Pulau Enggano," kata S. Joko.
Saat ini, upaya pengerukan terus dilakukan di Pelabuhan Pulau Baai untuk mengatasi masalah pendangkalan. Kapal penumpang KMP Pulo Tello tetap melayani pelayaran rute Bengkulu-Enggano, meskipun masih menghadapi kendala dalam proses antar-jemput penumpang dari kolam pelabuhan ke kapal yang sandar di tengah laut. Situasi ini menunjukkan bahwa masalah pendangkalan masih menjadi tantangan serius bagi kelancaran transportasi laut di Bengkulu dan memerlukan solusi jangka panjang yang komprehensif.