Brantas Abipraya Cetak Kinerja Keuangan Positif di Tahun 2024: Pendapatan Tembus Rp 13,37 Triliun

Brantas Abipraya Raih Pendapatan Rp 13,37 Triliun di Tahun 2024, Pertumbuhan Signifikan dan Aset Meningkat

PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), membukukan kinerja keuangan yang gemilang pada tahun 2024. Pendapatan perusahaan mencapai angka Rp 13,37 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 9,17 triliun. Kenaikan ini mencerminkan keberhasilan Brantas Abipraya dalam menghadapi tantangan industri konstruksi nasional dan mempertahankan posisi kompetitifnya di tengah persaingan ketat dengan BUMN dan perusahaan swasta lainnya.

Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen perusahaan untuk berinovasi dan menunjukkan resiliensi yang tinggi. Ia menekankan bahwa Brantas Abipraya, yang awalnya merupakan perusahaan konstruksi negara berskala relatif kecil, terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan peningkatan aset perusahaan yang mencapai Rp 9,74 triliun pada akhir 2024, meningkat Rp 466 miliar atau 5,02 persen dari tahun sebelumnya (Rp 9,28 triliun). Kenaikan aset ini terutama didorong oleh peningkatan aset lancar dari Rp 5,15 triliun di tahun 2023 menjadi Rp 5,82 triliun di tahun 2024.

Lebih lanjut, analisis pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) selama empat tahun terakhir menunjukkan tren positif yang signifikan. Brantas Abipraya mencatat CAGR sebesar 23,06 persen untuk kontrak baru, 26,87 persen untuk pendapatan usaha, dan peningkatan yang sangat tajam pada laba bersih dengan CAGR mencapai 40,54 persen. Pertumbuhan aset juga tercatat impresif dengan CAGR sebesar 11,82 persen, sementara ekuitas perusahaan meningkat 14,53 persen selama periode yang sama. Sumber utama peningkatan aset ini berasal dari laba bersih dan arus kas yang kuat. Kondisi arus kas positif ini, menurut Dian, menunjukkan kinerja bisnis perusahaan yang sehat dan mampu mendukung pendanaan proyek-proyek di masa mendatang.

Brantas Abipraya juga berhasil membukukan kinerja positif baik dari sisi keuangan maupun operasional sepanjang tahun 2024. Total aset yang dimiliki terus meningkat, menunjukkan kestabilan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk terus menjadi BUMN konstruksi terdepan di Indonesia dengan fokus pada beberapa hal penting, antara lain:

  • Peningkatan kinerja secara berkelanjutan
  • Peningkatan kualitas layanan konstruksi
  • Akselerasi digitalisasi dalam operasional perusahaan
  • Pengembangan sumber daya manusia (human capital) untuk mendukung peningkatan kinerja dan menghasilkan karya konstruksi yang unggul

Dengan pencapaian yang luar biasa ini, Brantas Abipraya semakin memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri konstruksi nasional dan siap menghadapi tantangan serta peluang di masa depan.