Trauma Mendalam: Pasien di Malang Mengungkap Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Setelah 3 Tahun Bungkam
Seorang pasien wanita berinisial QAR, akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan pengalaman pahitnya terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter berinisial AY di sebuah rumah sakit swasta ternama di Kota Malang, Jawa Timur. Kejadian yang membekas luka mendalam ini terjadi pada September 2022, dan baru diungkapkan ke publik setelah tiga tahun lamanya.
Menurut penuturan Satria Marwan, penasihat hukum QAR, peristiwa bermula ketika kliennya sedang berlibur di Malang dan jatuh sakit. QAR kemudian mencari rumah sakit terbaik melalui internet dan memutuskan untuk memeriksakan diri pada tanggal 26 September 2022 dini hari. Setelah mendapatkan perawatan awal, QAR diperbolehkan pulang. Namun, sebelum meninggalkan rumah sakit, terduga pelaku, AY, meminta nomor telepon korban dengan alasan untuk menyampaikan informasi terkait hasil pemeriksaan kesehatan.
Korban kemudian menerima pesan melalui aplikasi Whatsapp dari nomor pribadi AY, yang berisi hasil pemeriksaan. Namun, AY juga mengirimkan pesan-pesan lain yang tidak berhubungan dengan kondisi kesehatan QAR, sehingga korban merasa tidak nyaman dan mengabaikannya. Karena kondisinya belum membaik, QAR kembali ke rumah sakit dan dirawat inap di ruang VIP selama tiga hari, dari tanggal 27 hingga 28 September. Pada tanggal 27 September, saat QAR berada sendirian di ruang VIP, AY datang menemuinya dengan pakaian kasual.
Saat itulah, dugaan pelecehan terjadi. Menurut pengakuan QAR, AY memintanya untuk membuka pakaian pasien yang dikenakannya. Korban merasa terkejut dan bingung. Dokter tersebut kemudian melakukan pemeriksaan dengan stetoskop yang diarahkan terlalu lama di bagian dada korban. Selain itu, QAR juga melihat AY mengeluarkan ponselnya dan beralasan untuk membalas pesan, namun korban meyakini bahwa dokter tersebut sedang mengambil gambar di bagian dadanya. Merasa sangat tidak nyaman, QAR langsung menutup pakaiannya dan meminta dokter untuk pergi karena ingin beristirahat.
Akibat kejadian tersebut, QAR mengalami trauma mendalam dan rasa takut yang luar biasa. Hal inilah yang membuatnya memilih untuk bungkam selama tiga tahun. Namun, setelah melihat beberapa kasus serupa yang terungkap ke publik, QAR akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan pengalamannya.
Pihak rumah sakit, melalui Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty, mengonfirmasi bahwa dokter AY adalah benar merupakan salah satu staf mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit telah menonaktifkan sementara AY sambil menunggu proses investigasi lebih lanjut.
Berikut beberapa poin penting terkait kasus ini:
- Korban: QAR, seorang pasien wanita.
- Terduga Pelaku: AY, seorang dokter di rumah sakit swasta di Malang.
- Waktu Kejadian: September 2022.
- Tempat Kejadian: Ruang VIP rumah sakit.
- Tindakan Rumah Sakit: Menangguhkan sementara dokter AY untuk proses investigasi.