Prestasi Pariwisata Indonesia Terancam oleh Masalah Kebersihan

Peningkatan signifikan dalam Indeks Pariwisata Indonesia yang menempatkannya di peringkat 22 dunia pada 2024 ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sektor pariwisata. Salah satu pilar utama, yaitu kesehatan dan kebersihan (health and hygiene), justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menurut data terbaru, skor Indonesia untuk aspek ini bahkan berada di bawah rata-rata negara-negara Asia.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti bahwa meskipun peringkat keseluruhan meningkat, terdapat tantangan serius yang harus segera diatasi. "Kenaikan peringkat dari 32 ke 22 adalah pencapaian yang luar biasa. Namun, ketika kita melihat lebih detail, pilar health and hygiene justru turun dari skor 89 menjadi 82," ujarnya. Skor ini jauh di bawah rata-rata Asia yang mencapai 4,6, sementara Indonesia hanya berada di kisaran 3.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Gerakan Wisata Bersih yang bertujuan untuk: - Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku pariwisata tentang pentingnya kebersihan - Menciptakan lingkungan wisata yang sehat dan nyaman - Meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Indonesia

Program ini telah dilaksanakan di beberapa destinasi utama, termasuk Labuan Bajo, sebagai bagian dari upaya memperbaiki citra pariwisata Indonesia. "Kami berharap dengan komitmen bersama, masalah sampah tidak lagi menjadi isu utama di tahun-tahun mendatang," tambah Ni Luh Puspa.