Kisah Tragis Korban Perdagangan Orang di Kamboja: Ancaman dan Nasib Pilu di Balik Pekerjaan Palsu

Banyuwangi – Sebelum menghembuskan napas terakhir di negeri orang, Rizal Sampurna, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, sempat mengungkapkan kekhawatirannya kepada sahabat dekatnya. Korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini mengaku kerap mendapat ancaman akan dipindahkan ke Myanmar atau Vietnam jika gagal memenuhi target pekerjaan sebagai scammer di Kamboja.

Anis Zulkarnain, teman karib Rizal sejak masa sekolah, mengisahkan bahwa korban sempat memintanya untuk mendoakan agar bisa mencapai target. "Doain saya target. Kalau tidak, bisa dipindah ke Myanmar atau Vietnam," ujar Anis menirukan perkataan Rizal dalam percakapan mereka, Selasa (15/4/2025). Meski demikian, Rizal enggan menjelaskan risiko yang akan dihadapinya jika benar-benar dipindahkan ke kedua negara tersebut. Ia hanya menyebut bahwa situasi di Kamboja masih lebih "aman" dibandingkan dengan Myanmar atau Vietnam.

  • Kondisi Kerja yang Memprihatinkan: Saat video call, Rizal beberapa kali memperlihatkan tangannya yang diborgol sambil bekerja di depan komputer. Meski ditanya alasannya, ia hanya menjawab singkat, "Yawis memang kayak gini.
  • Janji Gaji yang Tak Sesuai: Awalnya dijanjikan gaji 800 dolar AS, nyatanya ia hanya menerima 300 dolar AS.
  • Rute Perjalanan Misterius: Anis tidak mengetahui detail rencana keberangkatan Rizal ke Kamboja. Ia baru menyadari setelah Rizal sudah dalam perjalanan dari Bali ke Medan, lalu melanjutkan perjalanan laut ke Malaysia sebelum masuk Kamboja melalui darat.

Anis sempat memperingatkan Rizal tentang bahaya bekerja di Kamboja, mengingat banyaknya kasus serupa yang menimpa warga Indonesia. Namun, Rizal tetap berangkat bersama 20 orang lainnya. Nasib malang pun menimpa dirinya. Pada 6 April 2025, Anis menerima kabar duka bahwa Rizal telah meninggal dunia di Kamboja.