Nasib Warga Pandeglang yang Tinggal di Hunian Tak Layak Selama Lima Tahun

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi hunian tidak layak yang dihuni oleh seorang warga bernama Ahmad Jabidi (49) di Kampung Salabentar, Kelurahan Cilaja. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penilaian kondisi sosial warga tersebut.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, tim dari dinas terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan assessment menyeluruh. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Ahmad Jabidi secara sadar memilih untuk tetap tinggal di gubuk sederhana yang kondisinya sangat memprihatinkan. Fakta mengejutkan terungkap bahwa pria paruh baya ini belum tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akibat masalah administrasi kependudukan.

  • Bantuan segera yang telah diberikan meliputi:
  • 2 paket sembako lengkap
  • Terpal untuk perlindungan tambahan
  • Kasur lipat
  • Selimut

Dinas Sosial setempat berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan administrasi dengan berkoordinasi bersama pihak kelurahan. Langkah konkret yang akan dilakukan adalah pembuatan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mengakses berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Kondisi memilukan yang dialami Ahmad Jabidi telah berlangsung selama lima tahun terakhir. Hunian berukuran 2x5 meter yang terbuat dari material bambu dan kayu itu sama sekali tidak memberikan perlindungan memadai dari cuaca ekstrem. Atap genting tanah liat yang bocor saat hujan dan dinding anyaman bambu yang tidak mampu menahan terik matahari atau dingin malam menjadikan tempat ini tidak layak untuk dihuni manusia.

"Sudah sekitar lima tahun saya tinggal di sini," ungkap Ahmad Jabidi saat ditemui di lokasi. Pernyataan ini semakin menguatkan urgensi penanganan segera dari berbagai pihak terkait untuk memperbaiki kondisi kehidupan warga kurang beruntung ini.