Evaluasi Keamanan Perpanjang Waktu Operasional Pusat Data Nasional
Jakarta — Peluncuran operasional Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang kembali mengalami penundaan akibat proses evaluasi keamanan yang masih berlangsung. Semula, target operasional diharapkan dapat dimulai pasca-Lebaran 2025, namun hingga kini tahapan pengujian oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) belum sepenuhnya rampung.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nezar Patria, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama BSSN masih melakukan peninjauan menyeluruh terhadap arsitektur keamanan sistem PDN. "Proses evaluasi ini bersifat komprehensif dan memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan awal," jelas Nezar dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Beberapa faktor yang menjadi penyebab keterlambatan meliputi: - Kebutuhan tenaga ahli bersertifikasi untuk mengelola fitur-fitur krusial di PDN. - Tahap review keamanan yang harus memenuhi standar ketat dari BSSN. - Penyesuaian teknis terkait infrastruktur dan protokol keamanan siber.
Meski demikian, Nezar menegaskan bahwa proses ini bukan merupakan kemunduran, melainkan bagian dari pendekatan bertahap untuk memastikan keandalan sistem. "Kami berkomitmen untuk memastikan PDN beroperasi dengan tingkat keamanan optimal," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Kominfo Meutya Hafid juga menyebutkan bahwa target operasional PDN semula direncanakan akhir Maret 2025. Namun, faktor bulan Ramadan turut memengaruhi jadwal penyelesaian proyek. "Kami tetap berupaya memenuhi target paling lambat April 2025," ujar Meutya pada pertemuan sebelumnya.