Inovasi Pengelolaan Sampah di Tangerang: Teknologi RDF dan Kompos Jadi Solusi Berkelanjutan
Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan sampah melalui pendekatan berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat. Salah satu terobosan terbaru adalah pemanfaatan mesin Refuse Derived Fuel (RDF) yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif setara batu bara. Fasilitas ini beroperasi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per hari.
Selain teknologi RDF, Pemkot juga meluncurkan Program Jemput Sampah Organik yang memungkinkan warga mengajukan penjemputan sampah rumah tangga untuk diolah menjadi kompos. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. "Teknologi hanyalah alat, tetapi perubahan nyata berasal dari kesadaran kolektif," ujarnya.
Langkah Menuju Kota Hijau
- Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH): Saat ini terdapat 31 taman tematik dan 230 RTH yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang edukasi lingkungan.
- Urban Farming: Warga didorong memanfaatkan lahan terbatas untuk budidaya tanaman pangan dan obat.
- Penutupan TPS di Jalan Protokol: Kebijakan ini diikuti dengan penyediaan 456 tempat pembuangan sementara dan 209 unit armada pengangkut sampah.
Ke depan, Pemkot berencana memperluas penggunaan teknologi RDF, termasuk di TPST Benua Indah, serta mengoptimalkan fasilitas pendukung seperti TPS3R dan Intermediate Treatment Facility (ITF).