Dua Penambang Emas Bertahan Hidup di Hutan Yahukimo Usai Hindari Serangan KKB
Yahukimo – Dua penambang emas berhasil selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah bertahan hidup di tengah hutan belantara Kabupaten Yahukimo, Papua, selama delapan hari. Keduanya ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri dalam kondisi fisik yang lemah namun tidak mengalami luka serius.
Menurut keterangan Kasatgas Humas Operasi Satuan Tugas Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, kedua korban sempat bersembunyi di area sekitar Sungai Silet untuk menghindari kejaran pelaku. Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter pada Senin (14/4/2025) menuju Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, tim gabungan juga berhasil mengamankan 15 jenazah korban pembantaian yang terjadi pada awal April 2025. Proses evakuasi jenazah memakan waktu empat hari akibat medan yang berat dan kondisi korban yang sudah membusuk. RSUD Dekai memutuskan untuk memakamkan jenazah di lokasi setempat guna mencegah risiko kesehatan.
- Lokasi kejadian: Sungai Silet, Kabupaten Yahukimo
- Waktu kejadian: 6-7 April 2025
- Korban selamat: 2 penambang
- Korban tewas: 15 penambang
- Proses evakuasi: Menggunakan helikopter TNI-Polri
Dr. Glenn M. Nurtanyo, Direktur RSUD Dekai, menegaskan bahwa keputusan pemakaman di Dekai didasarkan pada pertimbangan medis dan keamanan. "Kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dipindahkan lebih jauh," ujarnya.