KOI Luncurkan Inisiatif Pembinaan Atlet Pelajar Berprestasi Akademik dan Olahraga

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memperkenalkan inisiatif terbaru bertajuk Indonesian Student Athlete, sebuah program holistik yang dirancang untuk membina generasi muda yang mampu meraih prestasi gemilang baik di bidang akademik maupun olahraga. Program ini diresmikan melalui forum diskusi interaktif yang melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk atlet berprestasi, pelatih, dan perwakilan induk cabang olahraga, bertempat di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, pada pertengahan April 2025.

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh kunci hadir sebagai pembicara, di antaranya Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian, atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii, lifter legendaris Eko Yuli Irawan, serta jetskier dunia Aero Sutan Aswar. Mereka berbagi pandangan tentang pentingnya integrasi antara pendidikan dan pelatihan olahraga bagi atlet muda. "Program ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa atlet Indonesia tidak perlu mengorbankan pendidikan demi karir olahraga, atau sebaliknya," tegas Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum KOI, dalam pernyataannya.

Fokus Utama Program:

  • Kolaborasi Multisektor: Melibatkan Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, dan National Olympic Academy (NOA) untuk menyusun kerangka pengembangan atlet berbasis pendidikan.
  • Kurikulum Fleksibel: Merancang sistem pembelajaran yang adaptif, termasuk opsi home schooling dan kelas khusus bagi atlet pelajar.
  • Dukungan Beasiswa: Menyediakan insentif akademik bagi atlet yang menunjukkan prestasi di kedua bidang.

Hetifah Sjaifudian menekankan perlunya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. "Kami ingin menciptakan ekosistem di mana atlet muda bisa berkembang secara seimbang. Tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan berkarakter," ujarnya. Sementara itu, Eko Yuli Irawan berbagi pengalaman pribadinya menghadapi tantangan menyelesaikan pendidikan formal selama masa karir olahraganya. "Dengan program seperti ini, atlet muda tidak perlu mengalami kesulitan yang sama seperti generasi kami dulu," tambahnya.