Perang Sarung di Pekanbaru Renggut Nyawa Remaja 15 Tahun, Empat Pelaku Ditangkap
Perang Sarung Berujung Maut di Pekanbaru: Satu Remaja Tewas, Empat Pelaku Ditahan
Tragedi berdarah akibat aksi perang sarung kembali terjadi di Kota Pekanbaru, Riau. Seorang remaja berusia 15 tahun, berinisial RA, meregang nyawa setelah menjadi korban kekerasan dalam peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 3 Maret 2025, sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Berdikari, Kecamatan Rumbai. Kejadian ini bermula dari perkelahian antar kelompok remaja yang menggunakan sarung sebagai senjata. Informasi yang dihimpun dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menyebutkan, pertarungan yang awalnya melibatkan dua kelompok remaja, kemudian berujung pada penyerangan terhadap RA yang sendirian setelah kelompoknya melarikan diri.
Kronologi kejadian mengungkap, perang sarung yang mulanya dilakukan secara satu lawan satu, berubah menjadi perkelahian massal melibatkan enam orang dari masing-masing kelompok. Perkelahian yang berlangsung di sekitar SDN 97 Pekanbaru tersebut berakhir dengan kekalahan kelompok RA. Sementara rekan-rekannya berhasil melarikan diri, RA yang tertinggal menjadi sasaran amuk pelaku. Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, para pelaku memukuli korban dengan tangan dan menggunakan sarung. Namun, dibantah adanya batu atau benda keras lain yang digunakan sebagai senjata. Akibat pukulan tersebut, RA mengalami pendarahan hebat di kepala dan hidung. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Jalan Ahmad Yani, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB.
Kejadian ini dilaporkan keluarga korban ke Polsek Rumbai. Tim penyidik bergerak cepat dan berhasil meringkus empat pelaku, yakni BA (14), HH (14), MRA (13), dan IP (14), pada Selasa, 4 Maret 2025. Keempat pelaku yang masih di bawah umur ini kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Rumbai untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kasus ini menyoroti bahaya aksi tawuran pelajar yang masih kerap terjadi di berbagai daerah dan mendesak adanya langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Pihak kepolisian menghimbau kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Selain itu, kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak muda.
Berikut poin-poin penting dalam kasus ini:
- Korban tewas akibat perang sarung di Pekanbaru.
- Empat pelaku, semua di bawah umur, telah ditangkap.
- Perkelahian terjadi di Jalan Berdikari, Kecamatan Rumbai, dan SDN 97 Pekanbaru.
- Korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat di kepala dan hidung.
- Pelaku memukuli korban dengan tangan dan sarung, tanpa menggunakan benda keras lain.
- Polisi mengimbau peningkatan pengawasan orang tua dan kerja sama berbagai pihak untuk mencegah kejadian serupa.