Kompleks Rumah Dinas Terbengkalai di Semarang: Dari Hunian Pegawai ke Sarang Aktivitas Ilegal

Semarang – Sebuah kompleks rumah dinas di Jalan Pamularsih Dalam, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, kini berubah menjadi lokasi yang menyeramkan dan sarang aktivitas ilegal. Dulunya, 19 unit rumah ini dihuni oleh pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Jawa Tengah dan Pengadilan Negeri RI. Namun, sejak 2021, bangunan tersebut terbengkalai dan tak berpenghuni.

Kondisi kompleks ini memprihatinkan. Atap roboh, dinding penuh coretan vandalisme, kaca jendela pecah, dan semak belukar tumbuh subur. Kawasan yang gelap dan sepi ini justru dimanfaatkan untuk kegiatan negatif, seperti:

  • Transaksi narkoba
  • Tempat berkumpul gengster
  • Aksi pencurian

Ketua RT 01/RW 09, Okky Tovianto (59), mengungkapkan bahwa warga kerap menemukan barang-barang mencurigakan seperti kasur, pakaian, dan botol minuman keras di lokasi tersebut. "Pencurian sering terjadi justru pada siang hari, saat warga sedang bekerja," ujarnya.

Warga telah berulang kali melaporkan masalah ini ke instansi terkait, namun belum ada tindakan serius. Mereka berharap kompleks ini dibersihkan, direlokasi, atau bahkan dirobohkan untuk menghilangkan kesan angker dan potensi kejahatan. Lurah Bojongsalaman, Suryono, menyatakan bahwa kelurahan telah melakukan upaya seperti kerja bakti dan pelaporan, tetapi respons dari pemilik rumah dinas masih minim.

Ironisnya, kompleks ini terletak di kawasan padat penduduk dan dekat jalan raya yang ramai. Jika tidak segera ditangani, lokasi ini berpotensi menjadi titik rawan kriminalitas dan mengganggu ketertiban masyarakat.