Indonesia dan Rusia Perluas Kolaborasi Strategis di Bidang Energi dan Investasi
Indonesia dan Rusia semakin mempererat hubungan bilateral melalui sejumlah kerja sama strategis, terutama di sektor energi dan investasi. Pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-13 RI-Rusia menjadi wadah bagi kedua negara untuk mendiskusikan peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pengembangan minyak dan gas (migas), energi baru terbarukan (EBT), serta potensi masuknya Rusia ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Data terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume perdagangan dan investasi antara kedua negara. "Kami telah membahas berbagai inisiatif, mulai dari energi hingga infrastruktur. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga kemitraan strategis yang lebih menyeluruh," ujar Airlangga dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan bahwa kedua pihak sedang mengeksplorasi kerja sama di sektor migas dan EBT, termasuk potensi pengembangan energi nuklir. "Kami terbuka untuk semua peluang, terutama dalam bidang energi yang menjadi keahlian Rusia," jelas Dadan. Selain itu, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyatakan bahwa Indonesia juga menawarkan peluang investasi di KEK, meskipun lokasi spesifiknya masih dalam tahap pembahasan.