Jejak Kuliner Nusantara di Pasar Tradisional Changshan, Tiongkok
Jejak Kuliner Nusantara di Pasar Tradisional Changshan, Tiongkok
Sebuah fenomena unik terungkap di Pasar Tradisional Changshan, Yunxiao, Fujian, Tiongkok. Di tengah hiruk-pikuk transaksi jual beli barang dagangan sehari-hari, terselip ‘Indonesia Mini’ yang menawarkan aneka kuliner khas Nusantara. Hal ini terungkap melalui tayangan video seorang YouTuber Indonesia, Rudy Chen, yang telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu beragam reaksi haru dari warganet. Video tersebut memperlihatkan keberagaman jajanan pasar Indonesia yang dijual di pasar tradisional tersebut, sebuah bukti nyata peran diaspora Indonesia yang tetap melestarikan cita rasa tanah air di negeri rantau.
Pasar Changshan, yang merupakan pasar tradisional terbesar kedua di Tiongkok yang didirikan untuk menampung para perantauan dari berbagai negara pada era 1950-an hingga 1960-an, menjadi rumah bagi sejumlah pedagang kuliner Indonesia. Bukan hanya satu atau dua jenis makanan, melainkan beragam jajanan pasar tradisional Indonesia dapat ditemukan di sini. Rudy Chen dalam videonya menjumpai berbagai kuliner seperti kue talam, kue lapis, gorengan, kue bolu gulung, bika ambon, bolu tape, lemper, bakcang, keripik, dodol, pepes, dan sambal. Salah satu pedagang, seorang ibu asal Surabaya, baru dua bulan memulai usahanya di pasar tersebut dan menawarkan beragam kue tradisional. Sementara itu, seorang pedagang lain dari Medan menawarkan aneka keripik, dodol, pepes, dan sambal buatan sendiri. Rudy Chen sendiri mencicipi pepes buatan pedagang Medan dan menuturkan bahwa rasanya enak meski sedikit terlalu manis. Menariknya, selain kuliner Indonesia, pasar ini juga menawarkan makanan khas Vietnam, mencerminkan keragaman diaspora yang menetap di kawasan tersebut. Keberadaan ‘Indonesia Mini’ ini tidak hanya menyajikan kelezatan kuliner Nusantara, tetapi juga merupakan cerminan ketahanan budaya dan semangat diaspora Indonesia dalam mempertahankan tradisi di tengah lingkungan yang berbeda.
Kehadiran ‘Indonesia Mini’ ini telah menyentuh hati banyak warganet. Beragam komentar positif membanjiri unggahan video Rudy Chen. Salah satu komentar mengungkapkan kekaguman terhadap para perantauan Tionghoa yang tetap bangga dengan masakan Indonesia. Komentar lain menyamakan fenomena ini dengan adanya kampung China di Indonesia dan ‘kampung Indonesia’ di Tiongkok, menunjukkan adanya pertukaran budaya yang saling melengkapi. Ada juga komentar yang mengapresiasi kentalnya logat Jawa dari salah satu pedagang, yang menambah keunikan pengalaman berbelanja di ‘Indonesia Mini’ ini. Keberadaan pasar ini bukan hanya sekadar tempat berjualan, melainkan sebuah bukti nyata peran diaspora dalam menyebarkan budaya kuliner Indonesia ke penjuru dunia, serta sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana semangat keindonesiaan dapat tetap hidup dan lestari di manapun berada. Ke depannya, kisah ini diharapkan dapat menginspirasi penelitian lebih lanjut tentang diaspora Indonesia dan kontribusinya dalam memperkenalkan Indonesia di kancah internasional. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi simbol betapa kuatnya ikatan budaya dan rasa nasionalisme yang tetap melekat di hati para perantauan Indonesia.