Latihan Militer AS-Korsel di Semenanjung Korea Picu Ketegangan dengan Korut
Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) kembali menggelar latihan militer gabungan di Semenanjung Korea dengan melibatkan pesawat pengebom strategis B-1B dan sejumlah jet tempur canggih. Latihan ini dinilai sebagai bentuk demonstrasi kekuatan sekaligus upaya pencegahan terhadap ancaman nuklir Korea Utara (Korut).
Latihan udara tersebut melibatkan berbagai aset militer mutakhir, termasuk:
- Pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS
- Jet tempur F-16 Fighting Falcon dari AS dan Korsel
- Jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Korsel
Pengerahan kekuatan militer ini terjadi di tengah meningkatnya tensi di kawasan, terutama setelah pernyataan keras Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, yang menegaskan penolakan Pyongyang terhadap upaya denuklirisasi. Latihan ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun mendiang Kim Il Sung, pendiri Korut, yang kerap dimanfaatkan Pyongyang untuk menunjukkan kekuatan militernya.
Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional dan menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman nuklir dari Korut. Latihan serupa sebelumnya pada Februari lalu telah memicu reaksi keras dari Pyongyang, yang diikuti dengan uji coba rudal sebagai bentuk demonstrasi kemampuan nuklirnya.
Diplomasi antara AS dan Korut masih terhambat meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk kembali berkomunikasi dengan Kim Jong Un. Sementara itu, Korut melalui pernyataan resmi terus menegaskan komitmennya untuk mempertahankan program senjata nuklir sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.