Bupati Bandung Tunda Eksekusi Rumah Warga di Cicalengka, Janji Mediasi Konflik Lahan

Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan penundaan eksekusi terhadap ratusan rumah di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, setelah berkoordinasi dengan pihak pengadilan dan kepolisian. Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan yang terjadi di lapangan sekaligus membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang bersengketa.

Dadang menyatakan bahwa eksekusi yang semula direncanakan pada 15 April 2025 tidak akan dilaksanakan. Ia telah berkomunikasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung dan Kapolresta Bandung untuk memastikan penundaan tersebut. "Saya telah memastikan bahwa tidak akan ada eksekusi hari ini. Kami akan mengundang semua pihak terkait pada 22 April untuk mencari solusi terbaik," tegas Dadang dalam keterangannya kepada media.

Berikut beberapa poin penting terkait kasus ini: - Konflik Lahan: Sengketa tanah melibatkan warga Desa Tenjolaya dan Yayasan Bina Muda, dengan klaim kepemilikan dari kedua belah pihak. - Dampak Warga: Sebanyak 231 jiwa dari 83 Kepala Keluarga (KK) di RT 01 dan RT 05 terancam kehilangan tempat tinggal jika eksekusi dilaksanakan. - Proses Hukum: Kasus ini telah melalui proses pengadilan selama bertahun-tahun, dengan putusan akhir mengabulkan gugatan dari keluarga Oce Rumnasih dan H. Mansur.

Sebelumnya, ribuan warga berkumpul untuk memprotes rencana eksekusi dan pembangunan sekolah di lokasi tersebut. Massa bahkan menginap di sekitar lokasi sejak malam sebelumnya, menunjukkan ketegangan yang tinggi. Bupati Bandung telah menginstruksikan aparat setempat, termasuk Camat Cicalengka dan Kepala Desa Tenjolaya, untuk menenangkan situasi dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing.

Kasus ini sempat viral setelah seorang nenek berusia 80 tahun, Jubaedah, meminta bantuan kepada Presiden RI dan Gubernur Jawa Barat untuk menghentikan penggusuran rumahnya. Keluarga Jubaedah meyakini bahwa tanah tersebut adalah milik mereka secara sah, meskipun pengadilan telah memutuskan sebaliknya. Eksekusi sebelumnya sempat dijadwalkan pada 8 April 2025, namun juga ditunda sebelum akhirnya direncanakan kembali pada 15 April.