Transjabodetabek Rute Blok M–Alam Sutera Siap Beroperasi Akhir April 2025

Jakarta – Layanan bus Transjabodetabek rute Blok M–Alam Sutera diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir April 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dalam kunjungannya ke Terminal Blok M pada Selasa (15/4/2025). Peluncuran moda transportasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas jaringan transportasi massal yang terintegrasi.

Menurut Syafrin, saat ini sedang dilakukan uji coba untuk memetakan titik-titik pemberhentian di sepanjang rute tersebut. "Hingga kini, telah teridentifikasi 17 lokasi pemberhentian di wilayah Tangerang Selatan, sedangkan di Jakarta diperkirakan terdapat 7 hingga 8 halte sebelum bus memasuki Tol Dalam Kota," jelasnya. Hasil survei lapangan akan menjadi acuan final dalam menentukan jumlah dan lokasi halte yang akan digunakan.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga sedang mengevaluasi skema tarif yang akan diterapkan. Dua opsi tarif yang sedang dipertimbangkan adalah: - Tarif BRT (Bus Rapid Transit) sebesar Rp 3.500. - Tarif Royal Trans dengan kisaran Rp 20.000 hingga Rp 35.000.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pengembangan rute Transjabodetabek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. "Ini adalah langkah strategis untuk mendorong penggunaan transportasi umum, khususnya bagi warga yang tinggal di Tangerang dan Bekasi tetapi bekerja di Jakarta," ujarnya. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan sistem Jaklingko dengan wilayah penyangga Jakarta guna mendukung mobilitas yang lebih efisien.

Sebagai bagian dari persiapan, fasilitas park and ride akan disediakan di beberapa titik di luar Jakarta. Hal ini diharapkan dapat memudahkan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum sebelum memasuki ibu kota. Pengembangan rute Blok M–Alam Sutera ini juga sejalan dengan visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan terpadu.

Uji coba operasional rute ini akan terus dipantau secara intensif. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peluncuran resmi diharapkan dapat dilakukan tepat waktu sebagai bagian dari program percepatan perbaikan transportasi publik di wilayah Jabodetabek.