Gubernur Jatim Bahas Strategi Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China dengan Presiden Jokowi
SOLO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada Selasa (15/4/2025). Pertemuan ini tidak hanya sekadar silaturahmi dalam rangka Halalbihalal Idul Fitri 2025, tetapi juga membahas berbagai isu strategis, termasuk dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China terhadap perekonomian Jawa Timur.
Khofifah menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperoleh pembaruan informasi langsung dari Presiden Jokowi mengenai situasi global, terutama terkait kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. "Kami mendiskusikan dampak ekonomi dari perang dagang ini, yang tentu berpengaruh secara global, termasuk di Jawa Timur. Kami telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir dampaknya," ujar Khofifah.
Berikut beberapa langkah yang telah dilakukan Pemprov Jatim:
- Koordinasi dengan Pelaku Industri: Pemprov Jatim aktif berkomunikasi dengan pemilik perusahaan besar serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), khususnya yang memiliki karyawan lebih dari 4.000 orang.
- Pencegahan PHK: Kebijakan utama yang ditekankan adalah menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). "Jika terjadi pengurangan produksi, solusinya adalah pengurangan jam kerja atau hari kerja, bukan PHK," tegas Khofifah.
- Membangun Optimisme: Khofifah menekankan pentingnya menciptakan suasana kondusif di masyarakat agar tidak timbul kekhawatiran berlebihan. Sinergi antara pemerintah daerah dan Forkopimda dinilai krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk menghadapi tantangan ini. "Di Jawa Timur, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat bekerja sama dengan baik. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk tetap optimis," pungkasnya.