Banjir Jakarta Selatan: Siswa SDN Pejaten Timur Pagi Tetap Semangat Belajar Meski Kondisi Sekolah Belum Pulih
Banjir Jakarta Selatan: Siswa SDN Pejaten Timur Pagi Tetap Semangat Belajar Meski Kondisi Sekolah Belum Pulih
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Pejaten Timur Pagi, Jakarta Selatan, menunjukkan ketangguhan di tengah musibah banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin hingga Rabu (3-5 Maret 2025). Meskipun sekolah masih dalam proses pemulihan pascabanjir, semangat belajar para siswa tetap menyala. Kepala Sekolah, Poniman, mengungkapkan bahwa sekolah memberikan kelonggaran bagi siswa yang terdampak banjir untuk datang ke sekolah tanpa seragam dan sepatu. Bahkan, beberapa siswa terlihat datang dengan alas kaki seadanya seperti sendal jepit.
"Sekolah memberikan kelonggaran terkait seragam dan alas kaki bagi siswa terdampak banjir," ujar Poniman saat ditemui di sekolah, Kamis (6 Maret 2025). "Yang terpenting adalah semangat belajar mereka tetap terjaga." Beliau menambahkan bahwa pihak sekolah fokus pada pemulihan kondisi psikis dan fisik siswa, memastikan mereka merasa aman dan nyaman di tengah situasi yang kurang ideal.
Proses belajar mengajar di SDN 22 Pejaten Timur Pagi pun berlangsung dengan penuh kreativitas dan adaptasi. Banjir mengakibatkan kerusakan pada sejumlah sarana dan prasarana sekolah, termasuk buku pelajaran dan perlengkapan belajar lainnya. Banyak buku dan bangku sekolah terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di lantai. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat para guru untuk tetap memberikan pembelajaran yang optimal.
"Guru-guru beradaptasi dengan situasi dan memberikan pembelajaran yang kreatif," jelas Poniman. "Mereka tetap semangat mendampingi dan memotivasi siswa agar tetap fokus belajar meskipun kondisinya serba terbatas." Kehadiran para guru menjadi kunci penting dalam menjaga semangat belajar siswa di tengah situasi darurat tersebut.
Dari total 170 siswa, sebanyak 95 siswa hadir mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Kamis (6 Maret 2025), hari pertama masuk sekolah setelah libur awal Ramadhan. Meskipun jumlah siswa yang hadir tidak seluruhnya, antusiasme mereka tetap tinggi. Poniman mengungkapkan rasa syukurnya atas semangat belajar siswa-siswinya di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. "Melihat mereka datang dan semangat belajar sudah sangat bersyukur," ucapnya.
Kondisi sekolah yang belum pulih pascabanjir menjadi tantangan tersendiri. Selain kerusakan sarana dan prasarana, keterbatasan alat tulis juga menjadi kendala. Banyak alat tulis dan buku pelajaran yang rusak akibat terendam banjir. Pihak sekolah saat ini tengah fokus membersihkan dan memperbaiki fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk membantu pemulihan sekolah dan memastikan anak-anak tetap dapat mengenyam pendidikan dengan baik.
Daftar Tantangan yang Dihadapi SDN 22 Pejaten Timur Pagi:
- Kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir.
- Keterbatasan alat tulis dan buku pelajaran.
- Pembelajaran terpaksa dilakukan di lantai.
- Tidak semua siswa hadir mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Namun, di balik tantangan tersebut, terlihat semangat yang luar biasa dari para siswa dan guru SDN 22 Pejaten Timur Pagi. Kejadian ini menunjukkan pentingnya daya tahan dan adaptasi di tengah bencana alam, dan bagaimana semangat belajar dapat tetap menyala meskipun kondisi lingkungan kurang mendukung.