Pramono Anung Tegaskan Komitmen Transformasi Bank DKI Tanpa Intervensi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh di Bank DKI. Langkah ini diambil setelah adanya sejumlah masalah yang mengganggu layanan perbankan kepada nasabah. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah larangan mutlak terhadap praktik penempatan direksi berdasarkan rekomendasi atau titipan dari pihak manapun.

Dalam rapat terbatas bersama jajaran direksi Bank DKI, Pramono menyatakan bahwa institusi perbankan milik Pemprov DKI ini harus dikelola secara profesional. "Tidak boleh ada lagi ruang bagi praktik-praktik yang dapat merugikan bank, terutama yang berasal dari internal. Setiap posisi direksi harus diisi berdasarkan kompetensi murni," tegas Pramono melalui pernyataan resminya.

Beberapa langkah transformasi yang akan dilakukan meliputi: - Rebranding bank dengan mempertimbangkan perubahan nama menjadi Bank Jakarta atau nama lain yang lebih mencerminkan visi global - Percepatan proses menuju penawaran saham perdana (IPO) dengan target waktu maksimal enam bulan - Peningkatan sistem teknologi informasi untuk mencegah terulangnya gangguan layanan kepada nasabah - Penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran

Pramono juga mengaitkan pentingnya transformasi ini dengan posisi Jakarta dalam peringkat kota global yang mengalami penurunan. "Sektor perbankan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian tersebut. Kita tidak ingin isu-isu di Bank DKI terus menjadi catatan buruk bagi ibu kota," jelasnya.

Sebelumnya, Pramono telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, menyusul keluhan nasabah yang tidak bisa melakukan transaksi selama periode penting. Gubernur menegaskan bahwa kasus ini akan diproses secara hukum dan meminta semua pihak tidak melakukan intervensi.