Antisipasi Krisis Ekonomi, Masyarakat Ramai-Ramai Investasi Emas Logam Mulia
Jakarta - Gelombang pembeli memadati Butik Emas Logam Mulia Antam di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Senin (14/4/2025). Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap gejolak ekonomi yang semakin tidak menentu. Emas dipilih sebagai instrumen investasi yang dianggap lebih stabil dibandingkan mata uang rupiah.
Seorang pembeli, Yanti (50), mengungkapkan alasan di balik keputusannya berinvestasi emas. "Saya khawatir nilai tabungan dalam rupiah akan tergerus inflasi. Dengan kondisi ekonomi yang tidak pasti seperti sekarang, emas memberikan rasa aman karena nilainya cenderung stabil," ujarnya saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa banyak pembeli lain sudah mengantri sejak pagi buta, meski stok seringkali habis sebelum jam operasional berakhir.
Berikut beberapa faktor yang memicu lonjakan pembelian emas: - Ketidakpastian nilai tukar rupiah - Tren Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan investor pemula - Kebijakan THR yang dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang
Amin (36), seorang pegawai swasta, membagikan pengalamannya sebagai pembeli pertama kali. "Saya ingin mengalokasikan THR anak saya ke dalam bentuk emas. Selain lebih awet, logam mulia ini jarang mengalami penurunan nilai yang signifikan," jelasnya. Namun, antusiasme masyarakat tidak sepenuhnya terpenuhi akibat keterbatasan stok. Butik Emas Logam Mulia Antam hanya menyediakan emas seri gift dengan kuota 50 pembeli per hari, membuat banyak calon pembeli pulang dengan tangan hampa.