Tupperware Indonesia Tutup Operasi Setelah Tiga Dekade Berkarya

Perusahaan legendaris penyedia wadah penyimpanan makanan, Tupperware, secara resmi mengakhiri operasionalnya di Indonesia setelah 33 tahun berkontribusi dalam industri rumah tangga nasional. Keputusan penutupan ini berlaku efektif mulai 31 Januari 2025, sebagai bagian dari strategi restrukturisasi global perusahaan.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @tupperwareid, manajemen mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pelanggan setia selama lebih dari tiga dekade. "Kami bangga telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia, menyediakan solusi penyimpanan makanan yang praktis dan inovatif," tulis pernyataan tersebut. Perusahaan juga menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk memfokuskan operasi di pasar inti lainnya.

Restrukturisasi Bisnis Global - Penjualan aset kepada kreditur utama senilai $23.5 juta - Keringanan utang mencapai $63 juta - Fokus pada pasar inti: AS, Kanada, Meksiko, Brasil, Tiongkok, Korea, India, dan Malaysia - Transisi ke model bisnis berbasis teknologi

Dampak Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan belum menerima laporan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terkait penutupan operasi ini. "Jika ada PHK yang dilakukan dengan kesepakatan bersama antara perusahaan dan pekerja, maka tidak wajib dilaporkan," jelas Indah Anggoro Putri, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kemnaker.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan bahwa model bisnis MLM yang dijalankan Tupperware membuat dampak ketenagakerjaan sulit dilacak. "Sistem penjualan berbasis jaringan ini berbeda dengan perusahaan konvensional, sehingga tidak ada data pasti tentang pekerja yang terdampak," ujarnya.