Apple Akselerasi Ekspor iPhone dari India ke AS Antisipasi Kenaikan Tarif Impor

Cupertino, California – Apple dilaporkan telah melakukan ekspor besar-besaran produk iPhone dari India ke Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir. Menurut sumber terpercaya, perusahaan teknologi raksasa tersebut mengirimkan sekitar 600 ton perangkat melalui jalur udara guna menghindari dampak kebijakan tarif impor baru yang digulirkan pemerintahan AS.

Proses ekspor ini dilakukan dengan percepatan khusus, di mana Apple dikabarkan berhasil memangkas waktu pemeriksaan bea cukai di Bandara Chennai dari biasanya 30 jam menjadi hanya 6 jam. Enam pesawat kargo dengan kapasitas angkut masing-masing 100 ton telah diberangkatkan sejak akhir Maret hingga awal April 2025. Meski jumlah pasti unit iPhone yang dikirim tidak diungkap, estimasi sementara menunjukkan angka sekitar 1,5 juta unit berdasarkan perhitungan kapasitas kargo dan berat produk.

  • Akselerasi Produksi: Foxconn, mitra utama Apple, meningkatkan operasional pabrik di Chennai dengan menggelar shift kerja di hari Minggu yang biasanya libur
  • Target Produksi: Langkah ini bertujuan memenuhi target peningkatan produksi sebesar 20% setelah pabrik tersebut berhasil memproduksi 20 juta unit iPhone tahun sebelumnya
  • Ekspansi Basis Produksi: Apple terus memperluas kapasitas manufaktur di India sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasokan

Tidak hanya Apple, beberapa raksasa teknologi lain seperti Dell, Lenovo, dan Microsoft juga disebutkan sedang melakukan percepatan pengiriman produk premium mereka ke AS. Menurut laporan internal, perusahaan-perusahaan tersebut berusaha memindahkan stok sebanyak mungkin sebelum kebijakan tarif baru benar-benar berlaku.

Kebijakan kontroversial yang dikeluarkan pemerintahan AS ini menetapkan tarif impor hingga 145% untuk produk dari China, sementara negara lain termasuk India mendapatkan keringanan dengan tarif 10%. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan produsen teknologi yang selama ini mengandalkan basis produksi di Asia.

Meski menghadapi tantangan kebijakan perdagangan yang fluktuatif, Apple menyatakan belum berencana menaikkan harga produknya dalam waktu dekat. Perusahaan terus memonitor perkembangan situasi sambil mengevaluasi opsi-opsi strategis untuk rantai pasokan global mereka.