Aksi Nekat Pengendara Vespa Tanpa Rem Taklukkan Tanjakan Maut Sitinjau Lauik

Aksi Nekat Pengendara Vespa Tanpa Rem Taklukkan Tanjakan Maut Sitinjau Lauik

Sitinjau Lauik, sebuah ruas jalan yang terletak di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, telah lama dikenal sebagai salah satu jalur paling menantang dan berbahaya di Indonesia. Jalan ini menjadi penghubung vital antara Kota Padang dan Solok, namun reputasinya dibangun atas dasar medan yang ekstrem, tikungan tajam, serta tanjakan dan turunan curam yang menguji nyali setiap pengemudi yang melintasinya.

Di tengah tantangan alam yang sedemikian rupa, sebuah pemandangan kontras sekaligus mencengangkan tertangkap kamera. Seorang pengendara Vespa klasik dengan gaya eksentrik terlihat menaklukkan turunan curam Sitinjau Lauik. Bukan dengan keahlian mengemudi tingkat tinggi atau teknologi pengereman canggih, melainkan dengan metode yang tak lazim dan terbilang nekat: tanpa rem.

Video yang viral di media sosial, diunggah oleh akun Instagram @elfiza_roza, memperlihatkan bagaimana pengendara tersebut mengatasi ketiadaan rem pada kendaraannya. Alih-alih mengandalkan kampas rem dan sistem hidrolik, ia justru memanfaatkan sebuah ban bekas sebagai pengganti. Ban tersebut diinjakkan ke aspal secara manual untuk menciptakan gesekan yang memperlambat laju Vespa saat menuruni jalanan yang terjal.

"Perusahaan Sparepart Menangis melihat ini???????? Ada aja idenya bang????????," tulis keterangan dalam unggahan video tersebut, yang dikutip pada Minggu (13/4/2025).

Aksi ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian выражают восхищение atas kreativitas dan keberanian pengendara, sementara sebagian lainnya merasa ngeri dan khawatir akan keselamatan dirinya serta pengguna jalan lain. Pasalnya, di tengah upaya pemerintah dan berbagai organisasi untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara, aksi nekat ini justru menjadi ironi yang mencolok.

Rem adalah komponen vital dalam kendaraan bermotor. Fungsinya adalah untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan laju kendaraan. Mengemudi tanpa rem sama halnya dengan bermain-main dengan maut, mengingat risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali sangatlah tinggi, terutama di jalanan ekstrem seperti Sitinjau Lauik.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), angkat bicara mengenai fenomena ini. Menurutnya, aksi nekat pengendara Vespa tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa Indonesia masih tergolong sebagai negara berkembang dalam hal kesadaran keselamatan berkendara.

"Satu ciri khas dari negara berkembang adalah kesadaran tentang keselamatan jalan sangat rendah, karena orientasi mereka adalah hasil bukan proses," ujar Jusri kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, banyaknya pelanggaran lalu lintas seperti berboncengan lebih dari dua orang, melawan arus, menggunakan trotoar, serta mobil yang melintas di bahu jalan tol, merupakan contoh nyata rendahnya kesadaran masyarakat akan keselamatan di jalan raya.

"Kita masih jauh, prilaku eksterm seperti itu dan akan lebih banyak lagi muncul yang berbahaya di lingkungan,” tegas Jusri.

Padahal, rem dirancang untuk memberikan kontrol penuh kepada pengendara atas kendaraannya. Pengereman yang efektif membutuhkan koordinasi antara rem depan dan belakang, serta keterampilan dan fokus penuh dari pengendara. Tanpa rem yang berfungsi dengan baik, risiko kecelakaan meningkat secara signifikan.

Aksi nekat pengendara Vespa di Sitinjau Lauik ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan berkendara. Kreativitas dan keberanian memang patut diapresiasi, namun keselamatan tetaplah yang utama. Jangan sampai aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain justru menjadi viral dan ditiru oleh masyarakat luas.

  • Bahaya Mengintai: Mengendarai Vespa tanpa rem, terutama di jalanan ekstrem seperti Sitinjau Lauik, sangat berbahaya dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Keselamatan Utama: Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  • Peran Pemerintah: Pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum terkait keselamatan berkendara, terutama di daerah-daerah yang memiliki jalur ekstrem seperti Sitinjau Lauik.
  • Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara dan melaporkan pelanggaran lalu lintas yang membahayakan.
  • Pentingnya Perawatan Kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan, termasuk sistem pengereman. Lakukan perawatan rutin untuk mencegah kerusakan.