Kemenpar Gencarkan Gerakan Wisata Bersih, Respon Keluhan Turis Soal Sampah

Keluhan Wisatawan Picu Gerakan Wisata Bersih Nasional

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI merespon keluhan wisatawan terkait masalah sampah di berbagai destinasi wisata di Indonesia dengan meluncurkan program Gerakan Wisata Bersih. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa program ini merupakan jawaban atas kegelisahan wisatawan terhadap kondisi kebersihan yang kurang terjaga di sejumlah lokasi wisata.

"Banyak sekali wisatawan yang menyampaikan ke kami bahwa banyak destinasi wisata yang belum menjaga kebersihannya," ujar Ni Luh Puspa saat pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di Marina Waterfront Labuan Bajo, NTT.

Gerakan Wisata Bersih, yang telah dimulai sejak Januari 2025, menjadi salah satu dari lima program prioritas Kemenpar. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai masalah sampah dan dampaknya terhadap daya saing pariwisata Indonesia di kancah global. Lebih dari sekadar kenyamanan wisatawan, isu sampah dinilai dapat menggerogoti daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan.

Labuan Bajo Jadi Contoh, Parangtritis dan Kota Tua Jadi Sorotan

Setelah Parangtritis Yogyakarta dan Kota Tua Jakarta, Labuan Bajo menjadi lokasi ketiga pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih. Pemilihan Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi program ini diharapkan dapat menjadikan destinasi prioritas tersebut sebagai contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain tiga lokasi tersebut, Kemenpar juga menargetkan destinasi prioritas lainnya seperti Mandalika Lombok, Borobudur Jawa Tengah, Danau Toba Sumatera Utara, Likupang Sulawesi Utara, Bali, dan Banyuwangi untuk menjalankan program ini.

"Kami pilih kota-kota ini bukan karena kotanya kotor begitu tapi karena ingin meningkatkan awareness dan menarik lebih banyak awareness di destinasi-destinasi yang saat ini sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata prioritas," jelas Ni Luh Puspa.

Aksi bersih sampah yang dilakukan dalam aktivasi Gerakan Wisata Bersih di Parangtritis Yogyakarta berhasil mengumpulkan sekitar lima ton sampah. Sementara itu, aksi serupa di Kota Tua Jakarta mengumpulkan hampir dua ton sampah. Jumlah sampah yang terkumpul menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan perlunya penanganan yang komprehensif.

Sampah Ancam Daya Saing Pariwisata Global

Ni Luh Puspa menekankan bahwa masalah sampah bukan hanya sekadar masalah estetika atau kenyamanan wisatawan. Lebih dari itu, masalah sampah dapat mengancam daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

"Masalah sampah bukan hanya soal wisatawan tidak nyaman datang ke suatu destinasi tapi ini sudah mengganggu daya saing kita di tingkat global," tegasnya.

Oleh karena itu, Gerakan Wisata Bersih diharapkan dapat membuka mata publik terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di destinasi wisata. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, destinasi wisata Indonesia akan semakin menarik bagi wisatawan dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya di dunia.

Komitmen Bersama untuk Pariwisata Berkelanjutan

Kemenpar berharap Gerakan Wisata Bersih dapat terus berlanjut setelah aktivasi awal. Keberlanjutan program ini membutuhkan komitmen dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat setempat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, destinasi wisata Indonesia akan mampu mempertahankan daya tariknya dan memberikan pengalaman yang positif bagi wisatawan.

"Ini harus menjadi satu fondasi untuk kita, semua punya komitmen bersama bahwa salah satu yang mendukung destinasi punya daya saing yang tinggi di tingkat global itu adalah masalah health and higiene-nya," pungkas Ni Luh Puspa.

Inisiatif Gerakan Wisata Bersih meliputi:

  • Aksi bersih sampah rutin di destinasi wisata
  • Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
  • Pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai
  • Kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung program kebersihan

Dengan implementasi yang efektif dan berkelanjutan, Gerakan Wisata Bersih diharapkan dapat mewujudkan pariwisata Indonesia yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.